Archive for the ‘> Seputar JAWA TENGAH’ Category

Candi Asu Sengi

3 Maret 2011

Candi ini benar-benar Candi Asu…, di desa Sengi, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang. Lokasinya berada sekitar 12 km arah timur dari kota Muntilan.

Yogyakarta, 17 Pebruari 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Setengah Hari Ke Purworejo

7 Februari 2011

Catatan dari perjalanan setengah hari ke Purworejo, pada tanggal 2 Pebruari 2011. Purworejo adalah sebuah kota kabupaten di wilayah Jawa Tengah yang terletak sekitar 66 km di sebelah barat Yogyakarta. Tulisan ini adalah kumpulan kutipan dari cerita status (cersta) saya di Facebook.

***

Takziah

Langit mendung di angkasa pemakaman Kuncen, Baledono, Purworejo… Membantu mengangkat tubuh tua, lunglai, tak berdaya, berbungkus kain kafan putih, mengantarkannya masuk ke liang lahat, diiringi alunan lembut kumandang adzan…

Sebentar lagi akan bertemu dengan Yang Maha Indah. “Sugeng tindak Mbah Paiyem…”. Allahummaghfirlaha… (Ya Allah, ampunilah dia).

Di bawah pohon randu, di atas perbukitan makam Kuncen, Baledono, Purworejo. Beristirahatlah dengan tenang, mbah Paiyem…

Klanting

Di toko roti “92” Jl. A. Yani, Purworejo, saya temukan klanting, makanan khas Purworejo. Makanan berbahan tepung ketela, bentuknya mlungker-mlungker, rasanya gurih, suaranya kriuk-kriuk ketika dikunyah, cocok untuk yang giginya masih oke untuk mengunyah 33 kali makanan yang agak keras…

(klanting, atau ada juga yang menyebut lanting)

Geblek

Sudah puluhan tahun mbah Marni jualan gorengan termasuk geblek (huruf ‘e’ dibaca seperti pada kata ‘jelek’), di depan RSUD Jl. Sudirman, Purworejo. Usaha itu kini diteruskan oleh mbak Is, anaknya. Geblek adalah makanan khas Purworejo terbuat dari tepung ketela yang dicampur dengan garam, diuli, dibentuk rantai tiga lingkaran. Rasanya gurih. Digoreng dengan api kecil agar bisa mekar dan enak dimakan.

***

Saya membeli geblek (makanan khas Purworejo) mentah agar bisa saya nikmati di rumah sebagai oleh-oleh.

“Nanti digorengnya pakai minyak dingin”, kata yang jual.
“Lho?”, tanyaku.

Rupanya yang dimaksud adalah apinya kecil. Minyak dingin bukan berarti minyak tanpa api melainkan lawan dari minyak panas.

***

Ketika geblek saya goreng sendiri di rumah… Gak sabbaaar, api kompornya saya besarkan sedikiiit… saja. Voila! Benar juga, lebih cepat matang. Tapi yang tidak benar adalah matang hanya di bagian luarnya sedang bagian dalamnya belum. Walhasil, ketika makanan geblek sudah dingin, lebih cocok untuk nimpuk kirik (anak anjing) sangking kerasnya itu makanan…

***

Baru pada penggorengan yang ke tujuh kali saya benar-benar berhasil menggoreng geblek seperti yang seharusnya. Rupanya ada teknik tersendiri untuk menggoreng makanan itu. Maka saran saya jika hendak membeli geblek tidak usah gaya-gaya, belilah yang sudah digoreng dan siap dimakan, kecuali jika Anda ingin repot sendiri di rumah.

Yogyakarta, 2 Pebruari 2011
Yusuf Iskandar

Memanfaatkan Sepetak Tanah

9 Januari 2011

Masalahnya adalah, siapa yang telaten (tekun dan sabar) memanfaatkan sepetak tanah, mengolah seperlunya, menyebar bibit cabe, menyiramnya, menunggunya 2-3 bulan… Lalu diceplus (dimakan) sampai mulas… (Desa Tanjungsari, Kec. Rowosari, Kendal)

Kendal, 8 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Istirahat Di Ngadirejo

9 Januari 2011

Istirahat sejenak di Ngadirejo, penggal jalan antara Parakan – Sukorejo menikmati pemandangan luas di kaki utara gunung Sindoro yang berkabut, berhawa segar…

Temanggung, 8 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Mengambil Ibrah

23 September 2010

Dalam perjalanan kembali ke Jogja dari Wonosobo naik sepeda motor (setelah mendaki Gunung Sumbing), sampai Temanggung anak lanang kirim SMS: “Aduh banku bocor..!”.

Kubalas SMS-nya: “Yo wis sabar wae. Pasti ada hikmahnya… Believe me!“. Kulanjutkan SMS-ku: “Gunakan kesempatan untuk mengambil ibrah (pelajaran). Tuhan tidak sedang ‘iseng mbocori‘ ban motormu, melainkan sedang menyuruh kamu untuk berpikir… Let’s do it!”.

Yogyakarta, 17 September 2010
Yusuf Iskandar

Petani Itu Pun Menangis

16 September 2010

Melintasi rute Temanggung – Kendal, via Parakan, Sukorejo, Weleri. Ini salah satu kawasan sentra tembakau di Jateng, yang para petaninya bisa sekali waktu kaya mendadak dan di saat yang lain terpuruk-ruk-ruk-ruk…

Seperti lebaran kali ini, udan salah mongso (hujan salah musim) telah menghancurkan mimpi indah para petani itu, produksi tembakaunya hancur. Tidak ada lebaran bagi mereka. Dan, para petani itu pun menangis…

Yogyakarta, 12 September 2010
Yusuf Iskandar

Perjalanan Silaturrahim Ke Kendal

12 September 2010

Trip of the silaturrahim’s day: Jogja – Magelang – Temanggung – Parakan – Sukorejo – Weleri – Kendal, tidak padat tidak merayap ramai lancar, kondisi jalan relatif bagus, pemandangan pegunungan cukup menarik.

***

Akhirnya tiba kembali di Jogja setelah menempuh perjalanan sore – malam: Kendal – Semarang – Magelang – Jogja, ramai lancar tidak padat tidak merayap, kecuali penggal Secang – Magelang yang benar-benar puadet merayap. Hujan deras antara Ungaran – Bawen dan Muntilan – Jogja. Kelancaran perjalanan hari ini tak seburuk yang saya kira sebelumnya.

Kendal – Jogja, 11 September 2010
Yusuf Iskandar

Buronan Mertua

28 Juli 2010

Siang panas terik dalam perjalanan Jogja – Klaten, kecepatan sekitar 70 km/jam, lalulintas cukup ramai. Sebuah truk mengikuti di belakangku dalam jarak cukup dekat. Truk itu kelihatan gelisah (entah kalau sopirnya), sebentar-sebentar bergeser ke kiri ke kanan mau nyalip nggak bisa-bisa. Sekalinya berhasil nyalip melalui sisi kiriku, wusss…..! Tampak pada bagian belakang bawah bak truknya terbaca sebuah tulisan: “Buronan Mertua”. Wooo, pantesan….

Yogyakarta, 23 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Membuang Hajat

26 Mei 2010

Tengah malam tepat jam 00:00 kutinggalkan Jakarta menuju Jogja. Jam 5 subuh sudah sampai Majenang, perbatasan Jabar-Jateng. Tidak ngebut, cuma jalannya tidak seberapa pelan. Menandai batas awal fajar dengan sholat subuh. Tapi perut tiba-tiba mulas. Ya sudah, sekalian saja menandai batas ‘daerah kekuasaan’ dengan membuang hajat…(Padahal biasanya kalau punya hajat suka saya doakan, tapi kali ini ‘tak buang aja…)

Majenang (antara Jakarta – Jogja), 23 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ramuan Purwaceng

19 Maret 2010

Ketika di Dieng, saya minum ramuan kopi purwaceng yang konon mampu meningkatkan stamina pria dewasa. Saya datangi pabriknya di Wonosobo. Setelah di Jogja, berhari-hari minum kopi purwaceng kok nggak terasa bedanya, stamina tetap datar-datar saja. Padahal tadinya saya berharap akan menjadi lebih bergairah… untuk mengangkat galon Aqua 19 liter ke atas dispenser.

Pasti ada yang salah nih! Kalau bukan kopinya, ya orang yang minumnya, atau jangan-jangan… galon Aquanya?

***

Saat berkunjung ke pabrik purwaceng, saya tanya si empunya pabrik: “Apa benar khasiat purwaceng seperti yang ditulis ini?”. Jawabnya kira-kira begini: “Banyak orang termsuk saya sudah membuktikannya, tapi setiap orang kan tidak sama, lain-lain kondisinya..”.

Woo, kalau begitu sekarang saya baru ‘ingat’, jangan-jangan saya termasuk orang yang ‘lain kondisinya’ itu. Ah! Kalau begitu nama ‘purwa-ceng’ mau saya usulkan diganti saja. Mungkin jadai ‘purwa-wes-ewes-ewes’ atau…’purwa-purwa-dalam-perahu’

Yogyakarta, 19 Maret 2010
Yusuf Iskandar

RSU Islam Kustati

2 Maret 2010

Minggu pagi-pagi meluncur dari Jogja ke Solo. Rupanya ada Rumah Sakit swasta khusus bedah tulang yang sudah cukup kesohor (kecuali saya yang baru tahu), RSU Islam Kustati. Banyak (embah) putri Solo sing mlakune koyo macan luwe…, yang jalannya seperti macan lapar (thunak-thunuk, maksudnya… kalau yang lemah gemulai hanya ada di kisah sentimentil dongeng klasik klangenan…)

(Alamat RSU Islam Kustati di Jl. Kapten Mulyadi No. 249,  Solo. Tlp. 0271-643013)

Solo, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Dari Wonosobo Kembali Ke Jogja

25 Februari 2010

Wonosobo – Jogja via Kertek, Sapuran, Borobudur, ditambah dengan ramuan purwaceng (ini rahasianya…), ternyata dapat diselesaikan dalam 2,5 jam lebih sedikit. Saya pikir, cukuplah… (Memangnya mau berapa jam sih?)

Yogyakarta, 23 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Sate Kambing Bang Mamat

25 Februari 2010

Turun dari Dieng menuju Wonosobo gelap bin gulita (lha wong malam, maksudnya karena jalan berkabut), berliku, menurun, untung rute ini sudah dibuka (minggu yll putus karena longsor). Tiba di Wonosobo, dilanjut dengan berburu kuliner. Selalu dan selalu… Pilihan jatuh ke sate kambing dan tongseng kambing muda Bang Mamat (Mamat ini juga bukan nama kambing), yang katanya top-markotop

(Saya mampir ke warung sate kambing Bang Mamat yang di cabang Jl. A. Yani, Wonosobo, jalan yang menuju arah ke Banjarnegara)

Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Antara Purwaceng Dan Sholat Maghrib

25 Februari 2010

Ramuan tradisional purwaceng memang ruarrr biasa! Belum lama minum langsung terasa dampaknya. Semangat dan gairahku langsung menggebu-gebu (seperti enggak sabar mau menggapai puncak Rinjani)…, untuk berjamaah di masjid jami’ Dieng begitu adzan maghrib berkumandang…

Dieng – Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Antara Jazz Dan Purwaceng

25 Februari 2010

Akhirnya sampai juga ke Batur, Dieng. Mau cari jalan tembus malah jadi enggak karuan rutenya, ternyata saya melalui jalan desa bak sungai kering. Lewat tengah hutan, hujan, sendiri, ‘Jazz’-ku sampai teriak-teriak saya perkosa nanjak lewat jalan batu. Benar-benar memacu adrenalin. Agar lebih hot (maklum, cuaca dingin berkabut), sampai Dieng ditambah dopping dengan segelas purwaceng… Malam ini bakal ruarrr biasa…..ngantuknya.

Dieng – Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Dari Kendal Ke Dieng

25 Februari 2010

Hari ini menjajal trayek: Kendal – Batang – Subah – Bandar – Batur – Dieng – Wonosobo. Rute ini belum pernah saya lalui. Mudah-mudahan kondisi jalan layak untuk didaki dengan ‘Jazz’. Kalau ternyata tidak? Lha ya balik lagi. Gitu aja kok repot…! Maka agar Jazz kuat mendaki, sopirnya berhenti dulu makan sate kambing ‘Bu Tris’ (Bu Tris ini bukan nama kambing) di Banyuputih, Batang.

Banyuputih – Batang, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Kuliner Campursari

25 Februari 2010

Agenda campursari hari ini — Siang di Boja : durian + pecel + ayam bakar. Sore di Semarang : tahu pong + gimbal (bakwan udang) + tahu telur kopyok. Malam di Kendal : udang bakar + wedang ronde. Tanpa buang hajat (hajat kok dibuang…). Kok cukup? Kata teman saya : Bersyukurlah orang-orang yang memiliki panjang usus = 12 kali panjang badan…

Kendal, 21 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Tahu Pong

25 Februari 2010

Tahu pong khas Semarang ‘Sari Roso’, gimbal + kopyok telor

Semarang, 21 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Tahu Bacem

25 Februari 2010

Boja – Semarang, 21 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Mbelah Duren Di Boja

25 Februari 2010

Menjalani trayek Jogja – Klaten – Boyolali – Salatiga – Semarang – Kendal. Mampir kec. Boja mbelah duren… Aaah, ritual mbelah duren langsung di sumbernya, dimana durian berjatuhan dari pohonnya… (Trims untuk Kang Djumarno dan keluarga, serta teman-teman se-SMA 30 tahun yll).

Yogyakarta, 21 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar