Archive for the ‘> Seputar JAMBI’ Category

Menandai “Daerah Kekuasaan”

23 Juni 2009

IMG_2867_r1

Jalan lintas antara Jambi – Muara Bulian dapat ditempuh melalui jalan pintas melalui kawasan kebun sawit Asian Agri (sering disebut jalur Nes). Selisih jarak dibanding dengan jalur utama sebenarnya hanya sekitar 6 km, tapi kondisi jalan pintas ini lebih baik, relatif lurus dan kurang padat meskipun lebih sempit.

Saat hari menjelang senja, saking tidak kuatnya menahan hajat kecil, seorang teman memaksa sopir untuk berhenti sebentar di sebuah kawasan kompleks perumahan Villa Ratu Mas yang belum berpenghuni, guna menandai “daerah kekuasaan” di pojok gapura. Setelah itu, plong rasanya…..

IMG_2778_rIMG_2781_r

Jambi, 20 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Iklan

“Maximum Security”

22 Juni 2009

IMG_2752_r

Sandal kok bolak-balik hilang….

Mulanya cuma dipinjam tanpa bilang,
kemudian setiap kali diperlukan selalu tidak ada,
akhirnya pergi lama sekali dan tidak kembali lagi….

Maka, upaya pengamanan maksimum harus diterapkan.

Koto Buayo – Jambi, 18 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Sepenggal Doa Di Bawah Truk

22 Juni 2009

IMG_2777_r

Dalam perjalanan dari kota Jambi menuju Muara Bulian, di depan kijang yang saya tumpangi terdapat sebuah truk yang melaju ke arah yang sama. Ternyata di bagian bawah belakang truk itu terdapat tulisan yang merupakan sepenggal doa, yang bunyinya sbb.:

“Ya… Allah.Ampunilah dosa-dosaku.
Selama ini aku mengambil kesenangan
di atas penderitaan orang lain”

Entah siapa yang pantas memanjatkan doa ini…

Jambi, 19 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Masjid Seribu Tiang Dan Oleh-oleh Pempek

21 Juni 2009

Pagi tadi setelah check out dari hotel Formosa, Jambi, sebelum sarapan di luar singgah dulu di masjid seribu tiang, Al Falah, Jambi. Jumlah tiangnya 323. Puluhan tiang berlapis tembaga buatan Boyolali, dinding ukirannya buatan Jepara.

IMG_2884_r

IMG_2897_rIMG_2902_r

***

Alhamdulillah, dari Jambi numpak singo (naik singa) dan sudah tiba kembali di Jogja. Bawa oleh-oleh kopi Jambi ‘AAA’ dan pempek ‘Selamat’. Pempeknya ini lho…. kok terasa beda dan hoenak sekale… dibanding yang biasa saya beli di Jogja…. Pantesan, langsung babalasss disikat anak-anak….

Yogyakarta, 21 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Mendadak Harus Segera Kembali Ke Jogja

21 Juni 2009

Mendadak besok harus pulang ke Jogja, karena mendapat tilpun dari istri yang mengabarkan bahwa ibu mertua opname masuk rumah sakit, di Jogja… Setelah menerima kabar itu, maka saya putuskan untuk mempercepat kunjungan ke Jambi. Akhirnya dapat tiket juga meski hari-hari ini penerbangan lagi padat-padatnya.

***

Malam ini capek banget (tapi tetap saja tidurnya larut malam…). Setelah seharian tadi mengunjungi pelabuhan batubara di tepian sungai Batang Hari di Talang Duku, lalu meluncur 140 km menuju tambang batubara di Koto Buayo, kab. Batang Hari, sambil observasi dua jembatan sungai Batang Hari di jalan lintas yang menuju Pekanbaru dan Padang… Enjoy aja….

IMG_2840_rIMG_2842_r

Foto : Salah satu aktifitas di pelabuhan tongkang batubara di sungai Batanghari, Talang Duku, Jambi.


***

Dalam perjalanan menuju ke lokasi tambang, sempat makan siang di warung Unibaru, persis di depan gerbang masuk ke kampus Universitas Jambi (Unjam) agak ke kanan sedikit. Menunya pindang patin dan soto ceker… Suasana warungnya lumayan santai meskipun berada di tepi jalan raya yang ramai dan panas.

IMG_2861_rIMG_2863_r

***

Makan malam di Pondok Pindang ‘Sarinande’, Simpang Pulai, Jambi. Menu unggulannya memang pindang (entah pindang khas mana ini…). Ada pindang patin, pindang kerang, petai udang, cah kangkung, cumi asam anis, dan dilengkapi dengan mnuman sari nanas… Mak glegek

IMG_2873_rIMG_2875_rIMG_2878_rIMG_2881_r

***

Tadi siang istri saya kirim SMS, ada kabar mengejutkan kalau anak saya yang ‘gila gunung’ bahasa Inggris UAN SMP-nya dapat 9,4. Istri saya surprise sebab bahasa Inggris adalah pelajaran yang tidak disukainya dan selama ini ogah-ogahan kalau disuruh belajar coro Londo karena menurutnya tidak ada gunanya.

Sebuah ‘keberuntungan’ (yang saya percaya) sebagai buah dari semangat dan kemauan kerasnya untuk bisa, sebab dia tahu selama ini ortunya sering khawatir. Sekali lagi, kita sering under estimate terhadap anak-anak kita….

Jambi, 20 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Makan Malam Di Pasar Mayangsari Jambi

19 Juni 2009

Tadi pagi sarapan di Toko Kopi (toko tapi warung…) ‘Sari Rasa’ di Jl. Hayam Wuruk, dekat simpang Jelutung, Jambi. Kopi jambi panas, susu kedelai hangat, nasi gemuk komplit (sudah gemuk, komplit lagi…). Ini tempat sarapan yang selalu ramai setiap pagi.

IMG_2769_rIMG_2771_rIMG_2774_rIMG_2773_r

***

Malamnya makan di pasar ‘Mayangsari’ (entah kenapa namanya demikian), di Jl. Mr. Assa’at. Pilih menu kari kambing, daging tunjang. Ada juga udang galah goreng. Umumnya disediakan masakan menu Padang.

IMG_2836_r1IMG_2837_r

***

Tidak ada ‘Tambal Ban’ di Jambi, adanya ‘Tempel Ban’. Tadinya saya pikir salah tulis atau tulisan iseng. Rupanya memang begitu istilah yang berlaku umum di Jambi dan beberapa kawasan di Sumatera.

IMG_2784_rIMG_2785_r

***

Banyak BH betebaran di Jambi (BH adalah plat nomor polisi Jambi, seperti halnya BG untuk wilayah Sumsel, BE untuk Lampung, BD untuk Bengkulu, BM untuk Riau, dsb.)

IMG_2869_rIMG_2904_r1

Jambi, 19 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Nasi Gemuk, Menu Nusantara Dan Sop Kaki Kambing

18 Juni 2009

Sarapan pagi nasi gemuk (alias nasi uduk) di warung pinggir jalan, di desa Koto Buayo, Kab. Batang Hari. Minumnya teh cap Singa beraroma vanillin (alias vanila), produksi dari Pematang Siantar. Berbeda dengan teh umumnya di Jawa yang biasanya beraroma harum bunga melati, di Sumatera lebih disukai yang beraroma vanilla….

IMG_2750_rIMG_2744_r

***

Makan siang di RM Pagi Sore cab. Jambi, menu padang-nusantara. Banyak pilihan, ikan seluang goreng keringnya enak euy…. Menu lainnya standar di indra pencecap. Suasana restonya cukup nyaman.

IMG_2759_rIMG_2758_r

***

Habis makan malam sop kaki kambing ‘Tiga Bersaudara’ di cabang Simpang Jelutung, Jambi. Ambil sendiri kikil, lidah, kuping, jerohan kambing, lalu diramu jadi sop. Kembali masuk hotel perut kemlakaren.., kekenyangan…. Wuih.

IMG_2760_rIMG_2763_r

Jambi, 18 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Bermalam Di Koto Boyo, Jambi

17 Juni 2009

IMG_2705_rMakan siang di Muara Bulian, ibukota kabupaten Batang Hari, Jambi. Ketemu menu kepala ikan patin bumbu kuning, udang sungai goreng kering, acar ketimun + kacang panjang, nasinya tamboh ciek…… Wusss… Nama warungnya, Rumah Makan “Yusuf” (eit… kok sama), di Jl. Gajah Mada, Muara Bulian.

Ketika beberapa menit kemudian melanjutkan perjalanan, lalu mulailah ngantuk…..

IMG_2701_rIMG_2703_r

***

Malam ini bermalam di desa Koto Boyo (atau Koto Buayo), kec. Batin XXIV, kab. Batang Hari,  lebih 100 km arah barat daya kota Jambi. Sebuah kawasan stockpile (tempat penimbunan) hasil galian batubara dari sebuah tambang kecil batubara.

Fasilitas akomodasinya masih sangat sederhana, dikelilingi pepohonan kebun karet. Bukan soal menginapnya, tapi cuaca poanas nian, debu berhamburan, air sumur kering, mau mandi syusyahtobat tenan!

IMG_2786_rIMG_2788_r
IMG_2737_r
IMG_2738_r

***

Berkat Tsel Flash, saya bisa ngonline dari pelosok mana-mana…., meski harus dengan memperkuat syaraf sabar dan syaraf anti jengkel, karena sering lelet….

Jambi, 17 Juni 2009
Yusuf Iskandar