Archive for the ‘> Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley’ Category

Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley

5 Februari 2008

Pengantar :

Dari catatan-catatan kecil saya yang sempat lama terselip dan belakangan saya temukan kembali, lalu saya susun menjadi sebuah Catatan Perjalanan : “Antara Bill Clinton dan Elvis Presley”. Perjalanan itu sendiri kami lakukan pada tanggal 15-17 Januari 2000, bertepatan dengan hari libur nasional marthin Luther King Day. Sekedar untuk berbagi cerita ringan.-

(1).   Ke Kampungnya Bill Clinton
(2).   Ke Rumahnya Elvis Presley

Iklan

Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley

2 Februari 2008

(1).   Ke Kampungnya Bill Clinton

Hari Sabtu, 15 Januari 2000, sekitar jam 18:00 senja hari, saya memasuki kota Little Rock di negara bagian Arkansas. Perjalanan sejauh 441 mil (sekitar 706 km) dari New Orleans hari itu saya tempuh sekitar 7 jam, termasuk 3 kali istirahat. Hari sudah menjelang gelap, maka acara hari itu saya lanjutkan dengan mencari makan malam lalu mencari hotel. Mengingat saat itu bukan musim liburan, mencari hotel murah mendadak dengan tanpa membuat reservasi terlebih dahulu, menjadi tidak terlalu sulit.

Minggu paginya, 16 Januari 2000, sekitar jam 9:00 saya sudah meninggalkan hotel. Tujuan utama saya adalah menuju Hot Spring, 53 mil (sekitar 85 km) arah barat daya dari Little Rock. Hot Spring adalah sebuah kota kecil di dataran tinggi, berelevasi sekitar 1000 meter di atas permukaan laut. Sesuai namanya, karena di daerah itu dijumpai ada paling tidak 47 sumber air (spring) yang tersebar di pegunungan Hot Spring, dan menghasilkan air bagi kebutuhan hidup masyarakat di sekitarnya. Suasana kotanya kira-kira seperti Kaliurang, cuma tentu saja dengan profil infrastruktur yang berbeda.

Musium lilin Josephine Tussaud di Central Avenue adalah tempat pertama yang saya datangi. Selama ini saya hanya pernah mendengar tentang adanya musium tempat menyimpan patung-patung lilin berukuran sebenarnya dari para tikoh dunia. Kini saya bisa menyaksikannya sendiri. Dari tokoh jaman dulu mulai George Washington hingga Bill Clinton, dari tokoh cantik Maria Antoinette jaman Revolusi Perancis sampai tokoh jelek Frankenstein.

Dari tokoh perang dunia sampai para selebriti, tokoh politik, tokoh jahat serta tokoh khayal, seperti Winston Churchil, Sophia Loren, Pangeran Charles, Elvis Presley, keluarga Kennedy, Paus Johanes Paulus II, Al Capone, Tom Sawyer, Pinokio, dsb. Semuanya berhasil dipatungkan dengan sangat nyata melalui media yang disebut lilin lebah (beeswax).

Musium Josephine Tussaud di Hot Spring ini mengingatkan saya pada pameran patung lilin Madame Tussaud yang pernah saya dengar ada di London. Ternyata antara keduanya ini tidak pernah ada hubungan bisnis apa-apa, selain memang ada latar belakang sejarah keluarga yang panjang. Madame Tussaud yang pernah hidup di London tahun 1800-an adalah embah-moyangnya Josephine Tussaud yang hidup di awal 1900-an.

***

Dalam perjalanan pulang dari musium lilin ini saya sempatkan mampir ke Taman Nasional Hot Spring. Sebuah taman (hutan lindung) yang mengitari kota Hot Spring. Luasnya mencapai sekitar 2365 hektar. Siang yang agak mendung khas pegunungan dengan angin bertiup dingin, cukup enak buat duduk-duduk santai di sebuah pelataran taman, sambil menikmati makan siang bersama keluarga.

Meskipun saya menyebutnya makan, tapi tentu saja bukan nasi, melainkan kentang dan ayam goreng yang saya beli di Popeyes, sebuah jaringan waralaba sejenis Mc Donald. Lingkungan taman yang tampak terpelihara, rapi dan bersih (termasuk sarana MCK-nya) memang membuat siapapun jadi betah berlama-lama.

Pulang dari Taman Nasional saya salah mengambil rute jalan. Ternyata justru ini hal yang kebetulan, karena saya melewati jalan Park Avenue, jalan dimana dulu William Jefferson Clinton – kini lebih akrab disapa Bill Clinton yang adalah Presiden Amerika ke-42 – pernah melalui masa kecil dan remajanya di kota Hot Spring.    

Kota Hot Spring sangat bangga dengan Bill Clinton, salah seorang warganya yang kini jadi Presiden Amerika untuk dua kali masa jabatan – saja (barangkali tidak beda dengan kota Godean yang bangga dengan Soeharto, seorang warganya yang pernah jadi Presiden Indonesia – luuuamaaa sekali….). Saking bangganya, kota Hot Spring mengidentikkan dirinya sebagai “the President’s Hometown”.

***

Sebenarnya ada tiga kota lainnya di Arkansas, selain Hot Spring, yang pernah ditinggali Bill Clinton, yaitu Hope, Fayettville dan Little Rock. Bill Clinton lahir di kota Hope pada 19 Agustus 1946 (setahun setelah Indonesia merdeka). Usia tujuh tahun keluarganya pindah ke Hot Spring. Di kota inilah Bill kecil menyelesaikan SD hingga SMA-nya, dan di masa itu dia termasuk remaja yang aktif di berbagai kegiatan intra dan ekstra sekolah.

Latar belakang masa kecil Sang Presiden ini yang kini dimanfaatkan oleh Pemda setempat untuk “menjual diri” guna menarik para pelancong untuk berkunjung ke kampung Sang Presiden yang banyak dirundung kasus selama masa jabatannya.

Setelah Bill Clinton lulus dan memperoleh gelar sarjana hukumnya di Yale Law School, dia kembali ke Arkansas dan tinggal di kota Fayetteville. Di sana dia menjadi professor hukum pada usia 27 tahun di University of Arkansas at Fayetteville. Hingga akhirnya tahun 1976 Bill yang baru menikah dengan Hillary Rodham, seorang teman kuliahnya di Yale, pindah ke Little Rock. Di kota ini dia memulai karir politiknya hingga ke kursi Presiden tahun 1992, dan 12 tahun diantaranya dia dipercaya menjadi Gubernur Arkansas. Bill Clinton termasuk orang termuda yang pernah menjadi Gubernur negara bagian di Amerika, yaitu di usia 32 tahun. 

Jalan Park Avenue 1101 adalah rumah tempat Bill dan keluarganya pernah tinggal di Hot Spring. Dalam perjalanan kesasar saat keluar dari Taman Nasional inilah saya sempat ke kampungnya Bill Clinton. Ya, hanya numpang lewat saja. Paling tidak, saya bisa turut merasakan bagaimana warga kota Hot Spring merasa bangga menyebut kotanya sebagai “the boyhood home of President Clinton”. Tulisan semacam itu banyak terpampang di mana-mana. Tentu di baliknya tersimpan sebuah kenangan, terutama bagi rekan sebaya Bill atau teman-teman kecilnya di kota itu.

Mau berhenti mampir ke rumah itu…., ya percuma saja, Pak Bill pasti tidak ada di sana. Wong saat ini dia sedang ada di Gedung Putih.- (Bersambung).

Yusuf Iskandar

Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley

2 Februari 2008

(2).    Ke Rumahnya Elvis Presley

Dari kota Hot Spring saya kembali ke Little Rock, dan saya rencanakan agar Minggu malam itu juga bisa mencapai kota Memphis, di sisi barat negara bagian Tennessee. Sebenarnya kalau saya langsung menuju Memphis, jaraknya hanya 137 mil (sekitar 220 km), paling lama 2,5 jam perjalanan. Tapi saya masih berharap siang itu sempat mampir ke Blanchard Springs Caverns, yang berada di areal Hutan Nasional Ozark, di sisi utara Arkansas. Kabarnya ini adalah gua stalaktit dan stalaknit yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, serta dirawat dengan baik dan indah untuk konsumsi wisatawan.

Setelah berjalan ke arah Utara sekitar satu jam, saya mencoba berhitung tentang waktu. Hasilnya, waktu saya ternyata tidak akan cukup untuk melanjutkan perjalanan ke gua Blanchard Springs dan memutar menuju Memphis. Akhirnya saya putuskan untuk berbalik arah dan langsung menuju Memphis saja. Kali ini saya salah memperhitungkan waktu, akibatnya ya rugi sekitar 2 jam hanya untuk menjalani rute yang tidak perlu. Hujan deras mengguyur di sepertiga perjalanan ke timur menuju Memphis, hingga akhirnya baru sekitar jam 19:00 malam saya sampai di hotel yang malam itu juga saya pesan. 

***

Senin, 17 Januari 2000, sekitar jam 9:00 pagi saya menuju ke Graceland, yang jauhnya hanya sekitar 15 menit dari hotel tempat saya bermalam. Graceland adalah sebuah musium dan tempat monumental bagi penyanyi legendaris Elvis Presley. Tempat ini, hingga kini selalu menjadi bagian sangat khusus bagi keluarga almarhum Elvis, terutama bagi istrinya, Priscilla Beaulieu Presley dan putrinya, Lisa Marie Presley. Graceland adalah tempat di mana Elvis pernah tinggal dan dia sangat membanggakannya. Berlokasi di 3764 Elvis Presley Boulevard (namanya diabadikan sebagai nama jalan dimana Graceland berada), di bagian selatan kota Memphis.

Awalnya Graceland ini adalah sebidang tanah pertanian yang luasnya lebih 200 hektar dan di tengahnya ada bangunan rumah. Tanah pertanian Graceland ini dibeli Elvis pada tahun 1957, saat karirnya melejit di usia 22 tahun. Tentu saja kini sudah mengalami banyak perubahan, meskipun bangunan induk rumah dan pepohonan yang rimbun di sekelilingnya tetap dipertahankan.

Graceland pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1982, lima tahun setelah Elvis meninggal dunia tahun 1977. Di dalam kompleks bangunan mansion yang sangat “wah” bagi siapapun juga dan tak ternilai harganya ini bisa dijumpai segala macam benda kenangan Elvis Presley. Mulai dari komponen ruangan rumah berisi perabot dan peralatan kerjanya, hingga foto-foto, piringan hitam, buku, pakaian, alat musik, dan berbagai macam penghargaan yang pernah diterima Elvis.

Di beberapa ruangan berbeda yang suhu udaranya sangat dikontrol, dapat dijumpai ratusan piala, piagam penghargaan, plaket, dan album-album hits-nya, sepanjang 23 tahun karirnya. Dia sendiri lahir di Tupelo, Mississsippi, pada 9 Januari 1935 dengan nama lengkap Elvis Aaron Presley.

Di ruangan yang berbeda, dalam sebuah almari peraga, terpajang berbagai macam pakaian yang pernah dipakai Elvis untuk manggung, lengkap dengan foto-foto berukuran besar saat dia tampil di panggung mengenakan pakaian itu. Kita tentu tahu, bahwa model pakaian panggungnya yang gumebyar, meriah serta sangat modis pada jamannya, dan bahkan potongan model rambutnya sempat menjadi idola remaja Amerika pada masa itu.

Sambil berjalan memandangi foto-foto Elvis dengan pakaiannya yang tampak “aneh” ini anak saya berkomentar : “Orang dulu kok lucu-lucu, ya Pak…”. Saya hanya bisa tersenyum membenarkan komentarnya : “Ya, memang orang dulu lucu-lucu” (meskipun sebenarnya dalam hati saya ingin mengatakan : jangankan orang dulu, lha wong presiden kita sekarang saja juga lucu…).

Saya memaklumi reaksi spontan anak saya, karena memang yang dia tahu hanya sebatas bahwa Elvis adalah seorang penyanyi Amerika terkenal. Bagi orang seusia saya, masih bisalah membayangkan kebesaran Elvis, meskipun tidak banyak yang teringat, karena selain tempat yang berbeda juga usia saat itu masih berada di bawah generasinya.

Berbeda dengan pasangan cukup umur yang tepat berada di samping saya, mereka terlihat bisa berlama-lama memandangi setiap foto Elvis yang terpajang. Sampai saya keluar ruangan, mereka masih larut dalam kenangannya. Entah apa pula yang ada dalam pikirannya. Barangkali berbagai macam nostalgia sedang berkecamuk dalam ingatannya. Atau, bisa jadi mereka dulu adalah bagian dari penonton Elvis yang histeris di depan panggung.

Di halaman samping dan belakang rumah, bisa dijumpai koleksi kuda-kuda kesayangan Elvis. Konon menurut cerita yang saya dengar, kuda-kuda ini dibuat budeg (tuli) telinganya, dengan maksud agar tidak mudah terganggu lalu menjadi liar kalau mendengar suara-suara yang mengejutkannya, mengingat tempat ini setiap hari dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Karena itu kuda-kuda ini setiap hari bergerak ngalor-ngidul mengikuti naluri hidupnya, tidak perlu ada gembala yang meneriaki (apalagi membisiki) untuk makan, masuk kandang, merumput, jalan-jalan, dsb. Memang terkadang hidup mengikuti naluri terasa lebih nikmat, daripada harus mengikuti bisikan-bisikan yang (siapa tahu) menyesatkan. Paling tidak, bagi kuda-kudanya Elvis.

Agar kenangan kepada Elvis menjadi lebih komplit (resminya demi keamanan kuburan dari penggemar fanatiknya) atas ijin pemerintah setempat, kuburan Elvis pun dipindahkan ke halaman samping rumahnya di Graceland ini, termasuk juga kuburan orang tuanya.

Kini, di seberang jalan di depan Graceland telah dikembangkan sebuah plaza dan museum sebagai bagian dari Graceland. Di sini dipamekan berbagai koleksi mobil dan motor yang dimiliki Elvis, termasuk pink cadillac kesayangannya yang terkenal itu. Di bagian lain dapat disaksikan dua buah pesawat terbang milik Elvis, satu diantaranya sebuah pesawat jet yang diberi nama “Lisa Marie” yang di bagian dalamnya didesain dengan sangat mewah.

***

Tepat jam 12:00 siang, saya tinggalkan halaman parkir Graceland, dan langsung melaju ke arah selatan kembali menuju ke New Orleans yang berjarak 393 mil (sekitar 630 km). Jam 18:30 petang saya sudah tiba di New Orleans, untuk esoknya hari Selasa saya akan kembali ke kegiatan kerja biasa. Hari Senin itu memang hari libur nasional di Amerika, Martin Luther King Day.

Sama-sama menyimpan kenangan, nampak ada perbedaan menyolok antara kampungnya Bill Clinton dan rumahnya Elvis Presley, meski keduanya sama-sama tokoh terkenal. Cara pemerintah Arkansas “menjajakan” kampungnya Bill Clinton berbeda dengan pemerintah Tenessee “menjual” rumahnya Elvis Presley. Saya hanya menduga-duga akan dua hal : Pertama, tokoh politik biasanya kurang menjanjikan kenikmatan untuk dikenang; Kedua, karena Bill Clinton saat ini masih hidup. Apakah memang demikian?.-

New Orleans, 20 Mei 2000.
Yusuf Iskandar