Archive for Agustus, 2011

Selamat Idul Fitri 1432H

31 Agustus 2011

Menghaturkan:

SELAMAT IDUL FITRI 1432H
Mohon Maaf Lahit & Batin

Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kembali kepada fitrah serta meraih kebahagiaan dan kemenangan.

Yogyakarta, 31 Agustus 2011
Yusuf Iskandar

Tentang Sekolahnya Anak Lanang

4 Agustus 2011

(1)

Kenapa harus mengurusi sekolahnya anak lanang? Karena sudah waktunya daftar ulang dan masuk sekolah, tapi si anak ‘cuek’ saja pergi ke Pekan Raya Jakarta tampil di acara ‘free style’ (keterampilan bola dalam olahraga bola basket), dan nggak pulang-pulang. ‘Shooting’ iklan, katanya. Huuuhhh… Membuat ibunya ‘piya-piye’…

“Bocah iki niat sekolah opo ora to? (Anak ini niat mau sekolah apa tidak sih?)”. Sangat ibuwi…

(2)

Masih tentang sekolahnya anak lanang. Tahun lalu memilih jurusan IPS ketimbang IPA. Tapi kalau ditanya nanti mau kuliah ke jurusan apa, jawabnya Tambang atau Geologi.

“Ya nggak bisa..!”, kata ibunya. “Kenapa dulu tidak masuk IPA?”, kata ibunya lagi.

Anak lanang keukeuh saja. “Bapak kan orang tambang. Ya pokoknya bapak harus bantu supaya bisa masuk Tambang atau Geologi”.

Gubrax…! Bapaknya mau pingsan…

(3)

Anak lanang masih bertahan dengan argumentasinya tentang hubungan antara jurusan IPA dengan jurusan Tambang/Geologi.

“Tambang atau Geologi itu nanti yang penting prakteknya”, kilah anak lanang kepada ibunya yang mulai tak berkutik. “Kalau bapak mau mengajari saya tentang tambang, saya bisa lebih baik dari mereka yang kuliah di tambang.”, lanjut anak lanang.

Gubrax lagi..! Lengkap sudah, bapak dan ibunya mau sama-sama pingsan…

Yogyakarta, 13 Juli 2011
Yusuf Iskandar

Selamat Ramadhan 1432H

4 Agustus 2011

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432H.

Semoga kita diberi kesempatan dan kekuatan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan hingga meraih kemenangan hakiki derajat ketakwaan.

Yogyakarta, 1 Agustus 2011 (1 Ramadhan 1432H)
Yusuf Iskandar

Disinggahi Uang Sepuluh Juta Rupiah

3 Agustus 2011

Ada uang ekstra Rp 10 juta tiba-tiba nyusup masuk ke rekeningku. Wauw.., rejeki dari langitkah? Jangan-jangan kecipratan bagi hasil dari mas Nazaruddin atau mbak Malinda. Kutunggu kalau sampai lebih tiga hari tidak ada yang ngaku mau kumiliki.

Di menit-menit terakhir hari ketiga menjelang tutup buku akhir bulan, ternyata uang itu sudah lenyap lagi. Haha.., lumayan dapat kehormatan disinggahi uang Rp 10 juta walau hanya kulihat angkanya dan bukan wujudnya.

Banjarbaru, 30 Juni 2011
Yusuf Iskandar