Sindiran Tajam, Dulu Dan Sekarang

“Rakyat sudah bosan dengan pidato berbuih tanpa tindakan” (kalimat akhir editorial Media Indonesia hari ini membahas tentang nasib Ruyati TKI di Arab Saudi yang menjalani hukum pancung Sabtu yll).

Dulu ucapan tajam untuk Presiden semacam ini hanya mungkin muncul di warung-warung kopi atau pos-pos ronda. Tapi sekarang dapat dibaca di surat kabar, didengar dan dilihat di televisi. Artinya? Makin bebas, kritis, berani, jengkel atau memang seperti itu wajarnya?

Yogyakarta, 20 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: