Oseng Pare

Suatu hari ibunya anak-anak masak oseng-oseng buah (atau sayur?) pare atau paria. Anak wedok tidak suka, “Pahit…”, katanya. “Itu karena kemarin ibu salah masaknya”, kataku.

Ketika pagi ini ibunya masak pare lagi, anak wedok tetap tidak mau. “Masih pahit gitu…”. “Ooo berarti ibu salah lagi masaknya”, kataku.
“Kapan tidak salah masak?”.
“Nanti kalau oseng-oseng parenya sudah tidak pahit…”.

Yogyakarta, 24 Juni 2011
Yusuf Iskanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: