Archive for Juni 24th, 2011

Melibatkan Pasangan Dalam Berusaha

24 Juni 2011

Salah satu point penting yang jarang dibicarakan orang saat hendak memilih dan memutuskan bidang usaha adalah melibatkan pasangan kita (istri/suami), minimal direstui secara full, enggak setengah-setengah… Sebab jika tidak, maka bersiaplah pada suatu saat nanti akan sampai pada titik dimana kita akan pethenthengan (beradu argumentasi, lebih parah lagi bertengkar) dengan pasangan kita.

Sebaiknya jangan menunggu membuktikan sendiri untuk percaya…

Yogyakarta, 31 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Sharing Bisnis Seorang Rekan

24 Juni 2011

Seorang rekan dari Jakarta yang sukses mengawal lima outlet “Snappy”, mampir ke Madurejo menjajaki bussiness opportunity toko ritel “Madurejo Swalayan”.

Selama ini peluang itu tidak terpikirkan untuk dijual melainkan dibagi-bagikan sebagai referensi belajar bagi siapa saja. Juga karena irama angan-angan bisnis “boss” saya memang konservatif saja. Cukup kalau bisa menjadikan toko sebagai klangenan yang menghasilkan…

(Suwun Pak Dwi Pudjiarso atas sharing-nya).

Yogyakarta, 31 Mei 2011
Yusuf Iskandar

“Negeri Para Celeng”

24 Juni 2011

“Negeri Para Celeng”. Sebuah tulisan panjang oleh Sindhunata (Kompas 31/05/2011) yang sangat menggelitik karena memaparkan sudut pandang yang sangat mengena tentang karut-marut bangsa ini. Kutukan, serapah, bidal atau alegori, yang membuat kita tersenyum, mengernyit sekaligus miris: ‘Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh’ (satu celeng semuanya celeng)…

Yang saya tahu, celeng adalah binatang yang kalau lari tidak bisa belok, nubruk-nubruk…

Yogyakarta, 31 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Ketika Maut Menjemput

24 Juni 2011

Entah kenapa tiba-tiba siang tadi ingin bezoek seorang ex-teman kerja di Papua, yang sedang dirawat di RS di Jogja. Sampai RS ada sedikit kepanikan, rupanya kondisi pasien sedang kritis. Langsung dipindah ke ICCU, dilakukan bantuan pernafasan, ditalkin oleh anak-anaknya, saya bacakan Yasin, hingga akhirnya semua grafik di monitor menjadi garis datar…

Tuhan seperti sedang mengingatkanku, disuruh-Nya aku datang ke RS menyaksikan detik-detik sakaratul maut…

***

Tentang almarhum teman saya itu, 10 hari yll sempat bikin geger di kampungnya. Sudah dinyatakan “meninggal dunia”, tenda dipasang, karangan bunga dipesan, sanak-keluarga dan tetangga berkumpul. Namun beberapa jam kemudian “hidup lagi”. Dan hari ini teman saya itu benar-benar meninggal dunia, kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan, Allah swt.

Entah apa yang sesungguhnya terjadi. Yang pasti kematian akan menepati janji datang menghampiri, sekarang atau nanti…

***

Agak sore saya tiba lebih dahulu ke makam Depokan, Kotagede. Mbah Sapon sang penjaga masjid depan makam membukakan pintu masjid saat saya mau sholat ashar. Segelas teh panas lalu disuguhkan. Seolah tahu perut saya belum terisi sejak siang tadi.

Ngobrol dengan mbah Sapon dan mbah Darminto sang penggali kubur, seperti ada nuansa kebahagiaan, saat berhasil menyiasati obrolan untuk sekedar membuat agar mereka bisa tertawa lepas dengan kisah-kisah masa lalu.

***

Seruan adzan maghrib mengiringi saat jenazah tiba di samping liang kubur. Pemakaman pun terhenti sesaat, untuk dilanjutkan usai adzan. Cahaya masih cukup terang untuk menurunkan jenazah, meletakkan pada posisinya dan membuka ikatan kain kafan. Ritual pemakaman segera dituntaskan dengan doa.

Dalam keremangan senja, liang lahat ditimbun, bunga ditaburkan, langkah terakhir pengantar jenazah pun meninggalkan pemakaman, dan itu bukan langkahku…

(Selamat jalan Bp. Purbo Suwarto, 78 tahun, ex-karyawan PT Freeport Indonesia)

Yogyakarta, 30 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Mendadak Beli Durian Monthong

24 Juni 2011

Maksudnya mau jalan memutar mencari toko perlengkapan kolam, eeh… malah masuk parkiran Indogrosir, Jogja. Yo wis, sekalian saja masuk tokonya. Tadinya tidak punya rencana beli apa-apa malah jadi beli.

Ada durian monthong harga promo. Bukan soal promonya, wong saya juga tidak tahu berapa harga non-promo, tapi duriannya ittuu… Maka malam ini di rumah menikmati durian monthong, bijinya kecil, dagingnya tebal, rasanya legit, plus kopi kental agak pahit.

Yogyakarta, 29 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Uji Coba Sirkulasi Air Kolam Koi

24 Juni 2011

Ini hari kelima ikan koi di kolam belakang rumah ada yang mati setiap hari. Kecurigaan tertuju pada kondisi air sumur, jangan-jangan ada pencemaran pada tingkat yang baru berdampak pada ikan.

Air kolam kini saya coba disirkulasi menggunakan ijuk dan arang supaya air menjadi lebih sehat. Cara sirkulasi ini sekaligus sebagai uji coba untuk kolam koi yang sedang dibuat di depan rumah yang sistem filternya dirancang khusus. Jangan sampai hanya akan memindahkan kematian saja.

Yogyakarta, 29 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Kebaikan Sholat Berjama’ah

24 Juni 2011

Andai kebaikan sholat berjama’ah itu diperlihatkan kepada manusia, maka orang-orang akan bertengkar memperebutkan tempat paling depan. Ilustrasi yang sangat indah oleh ustad muda M. Nur Maulana yang membawakan kajian “Islam Itu Indah” dengan cara berbeda tapi mengena dan mudah dipahami.

Tidak banyak kutipan ayat melainkan tuntunan pengamalan. Saya makin menikmati acara ini, termasuk sapaan “lebay.com”-nya: “Jama’aaaaaah…..”.

Yogyakarta, 29 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Ada Sejuta Kebaikan Saat Menanti Sholat

24 Juni 2011

Adzan mengumandang di masjid dekat rumah, iqomah pun diserukan tanda sholat segera mulai. Tapi mana para makmum? Jama’aaaaah… Sepi… Baru ketika sholat sudah mulai, satu-satu jama’ah berdatangan menjadi makmum. Kejadian seperti ini berulang.

Menunggu dimulainya sholat memang bukan pekerjaan yang menyenangkan. Kalau bisa tidak usah menunggu, atau telat-telat sedikitlah… Padahal sejuta kebaikan tersembunyi dalam detik-detik penantian itu.

Yogyakarta, 27 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Siapa Mengetuk Akan Masuk

24 Juni 2011

Siapa yang mengetuk pasti akan masuk. Walaupun tidak ada tuan rumahnya, paling tidak tetangganya akan tanya… (Kata ustad “jama’aaaaah” M. Nur Maulana, khas dengan gaya becandanya merujuk pada seorang wanita yang memilih cara nikah siri).

Yogyakarta, 28 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Semua Ada Ilmunya

24 Juni 2011

Pagi dua hari yll ibunya anak-anak teriak melihat tiga ekor ikan koi di kolam belakang meninggal dunia. Kemarin dua ekor lagi berpulang dan hari ini dua ekor lagi menyusul. Kini ibunya anak-anak sudah pasrah menerima cobaan. Berharap musibah usai (seorang teman usul supaya tahlilan). Terpaksa airnya diganti, mungkin sirkulasi airnya buruk sehingga tidak sehat.

Beginilah kalau piara ikan tanpa ilmu. Ini yang suka dilupakan, semua itu ada ilmunya. Tidak cukup dengan semangat thok!

Yogyakarta, 27 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Kisah Nazaruddin

24 Juni 2011

Nazaruddin datang ke Jakarta. Nazaruddin jadi bendahara. Nazaruddin jadi pengusaha. Nazaruddin berinvestasi politik. Nazaruddin “katanya, katanya”. Nazaruddin kena pehaka. Nazaruddin bernyanyi.
Nazaruddin ke Singapura, membaca berita tentang Indonesia, sambil bersiul trilili… lili… lili… lili…

Yogyakarta, 26 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Menyisipkan “Margin”

24 Juni 2011

Setiap datang ke pengajian, wanita itu sering mendapat pesanan makanan dari teman-teman pengajiannya. Maka dia pun harus menyempatkan masak dulu tiap kali sebelum berangkat ke pengajian. Awalnya hanya sekedar ingin membantu, tapi karena sering, jadi kepikiran untuk menyisipkan “margin” keuntungan sewajarnya.

Itulah salah satu cara mudah mulai berwirausaha. Dan yang lebih penting, keuntungan seperti ini adalah sah, berkah dan indah, walau tak seberapa dalam jumlah.

Yogyakarta, 26 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Tukang Parkir Yang Jujur

24 Juni 2011

Saat membayar parkir mobil di sebuah jalan bukan utama di Jogja. Pak tukang parkirnya begitu jujur, baik hati dan tidak sombong menawarkan pilihan. Katanya: “Ngangge karcis mboten? (Pakai karcis apa tidak?)”. Kalau pakai karcis Rp 2.000,- kalau tidak Rp 1.000,-

Saya sebut jujur dan baik hati sebab di tempat lain tukang parkirnya tidak pernah memberi pilihan, melainkan langsung minta bayaran Rp 2.000,- dengan tanpa memberi karcis.

Yogyakarta, 26 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Sukses Itu…

24 Juni 2011

“Sukses itu bebas bicara apa saja. Sukses itu bisa melakukan apa saja dengan mudah. Sukses itu mampu menentukan pilihan dengan tepat”, kata iklan Indosat. Dan akhirnya (yen tak pikir-pikir): “Sukses itu bebas untuk memilih atau tidak memilih Indosat”.

Hyahahaha….. Selamat memulai aktifitas meraih sukses dengan pilihan-pilihan terbaik..

Yogyakarta, 26 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Semangat Menghabiskan

24 Juni 2011

(1)

Anak wedok disuruh menyiapkan minuman teh se-teko (poci besar) untuk tukang kolam. Dihabiskannya ‘dekok-an’ (biang) teh di panci yang sudah disiapkan ibunya. Jadilah teh nasgitel (panas-legi/manis-kental) yang tentu saja tidak cocok. Lain halnya kalau teh itu untuk ‘nglaras’ bapaknya malam-malam.

Maka ceramahlah bapaknya: “Nduk, ambillah biang teh sesuai kebutuhan berapa banyak teh mau dibuat. Walau biangnya tersedia banyak, jangan asal dihabiskan”.

(2)

Apa yang salah? Tidak ada, hanya tidak sesuai kebutuhan. Tukang tidak butuh nasgitel, tapi minuman cukup kalori sebagai penawar haus. Dia datang untuk kerja, tidak untuk ‘nglaras’.

Spirit menghabiskan yang tidak proporsional dengan kebutuhan itu bisa merepotkan. Akibat teringan adalah pemborosan dan terberat adalah menganggap milik orang lain sebagai miliknya tanpa merasa salah. Cukup Malinda Dee, Nazarudin dan oknum-oknum yang terhormat yang over spirit itu yang membuktikannya…

Yogyakarta, 25 Mei 2011
Yusuf Iskandar