Menyiasati Harga

(1)

Tiga bulan terakhir ini saya banyak membantu ‘boss’ saya menginput data pembelian (kulakan) toko. Saya perhatikan harga rokok naik hampir setiap 1-2 minggu dengan kenaikan relatif tidak nampak, “paling-paling hanya” sekitar Rp 50,- s/d Rp 200,- per bungkus. Rupanya ini akal-akalan juragan rokok untuk menaikkan harga. Semakin lama semakin melayang tinggi seperti asapnya…

Maka saya pikir satu-satunya cara agar harga tidak naik ya tidak beli rokok…

(2)

Lain lagi produsen makanan kecil dalam menyiasati agar harga tidak naik. Terutama makanan yang harganya berkisar Rp 500,- s/d Rp 2000,- per bungkus, yaitu dengan mengurangi beratnya. Misal berat sebungkus snack yang sebelumnya 37 gr kini turun menjadi 35 gr, yang semula 12 gr berubah menjadi 11 gr, dsb.

Tidak akan ada pembeli yang ngeh, wong saat ditelan tidak terasa lebih lancar juga. Tidak juga menipu, wong pada bungkus dari pabriknya memang tertulis demikian.

Yogyakarta, 24 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: