Archive for Mei 25th, 2011

Maljum

25 Mei 2011

Seorang teman mengirim SMS yang intinya mengucapkan: “Met maljum”. Kubalas: “Buat saya maljum, malsab, malming, malsen, malsel, malrab, malkam, nggak ada bedanya…”.

Lha wong jadwal kerja saya tidak teratur dan hampir tiap hari ada di rumah. Maljum akan punya arti yang khusus bagi mereka yang jadwal kerjanya teratur…, teratur “on-off” maksudnya, alias pekerja yang cuta-cuti bin mudak-mudik…

(Note: Bagi yang belum familiar, maljum adalah kependekan dari malam Jum’at)

Yogyakarta, 19 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Pepaya Ungu

25 Mei 2011

Di sebelah masjid tidak jauh dari toko, ada pohon pepaya berbatang ungu milik seorang jamaah. Konon salah satu khasiat getah pepaya ini adalah untuk obat amandel. “Sudah empat orang membuktikan”, kata yang punya.

Usai sholat Ashar si pemilik langsung kusapa dan kuminta bibitnya. Jama’aaaah… “Mbok saya minta bibitnya” (‘mbok’ adalah dialek penghalus dalam bahasa Jawa).

Setelah dikasih: “Alhamduuu…lillaaah…”. Semoga kali ini berhasil tumbuh sebab yang pertama dulu gagal.

Yogyakarta, 19 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Jatuh Cinta Sama Ikan

25 Mei 2011

Ibunya anak-anak lagi jatuh cinta sama ikan. Membuatku cembulu… (pakai huruf ‘l’). Sudah empat kali saban pulang dari toko mampir beli ikan komet dan koi. Sekarang ada puluhan ikan di kolam belakang rumah.

Setiap hari dia asyik memandangi ikan-ikan itu. Tapi setiap hari juga ada ikan yang diam mengambang, meninggal dunia. Dan setiap hari pula mengeluh: “Kok ikannya pada mati yo?”. Kataku: “Lha piara ikan sih, coba piara sapi, nanti kan nggak ada ikan yang mati…”.

Yogyakarta, 19 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Kucing Kerah

25 Mei 2011

Pagi umun-umun ada kucing kerah (berkelahi) di belakang rumah. Suaranya mbeker-mbeker (melengking) seperti suara motor Ninja yang sedang dipanaskan anak lanang. Bedanya kalau anak lanang saya tegur, kalau kucing kubiarkan saja karena duet suara 1-2 kucing itu jarang saya nikmati, sekalian biar yang masih tidur pada bangun…

Dari kamarnya, ibunya anak-anak tanya: “Gitu itu lagi ngapain sih?”. Jawabku: “Ya tengkarlah, masak kawin teriak-teriak, apalagi main catur…”.

Yogyakarta, 19 Mei 2011
Yusuf Iskandar