Indah Tetes Pertamanya

[1]

Hujan tumpah sejak fajar tanpa jeda. Anak-anak pada terlambat ke sekolah. Burung-burung yang bersarang di bubungan rumahku bercericit di sela atap, tidak bisa bermain seperti biasanya. Mestinya sudah masuk musim kemarau. Ternyata masih ada hujan tertinggal yang belum tuntas ditumpahkan.

Matahari yang sudah lebih sepenggalah perjalanan jadi terlambat munculnya, menunggu giliran menggantikan hujan. Ada apa dengan hujan?

[2]

Hujan hanyalah tetes air yang berbondong-bondong turun dari langit. Setiap tetes hujan itu menimbulkan suara. Ketika dia lepas dari kawanan awan di angkasa, menghunjam pada apapun yang ada di bumi dan memercik lalu pergi menuju kerendahan.

Suara setiap tetes pertama di awal hujan itu begitu indah. Tapi aku tidak pernah berhasil mengingatnya. Semakin kuingat, semakin kusesali, sebab kesempatan itu datang begitu cepat, hanya sesaat.

[3]

Dalam hidup ini selalu tersisip kesempatan indah, apapun bentuknya dan darimanapun datangnya. Seperti tetes pertama air hujan yang datang tiba-tiba yang membuat aku kelabakan mencari tempat berteduh sehingga lupa pada keindahan orkestrasinya.

Kesempatan indah itu selalu ada, sering ada. Tapi aku selalu terlambat menyadari hadirnya dan selalu kesulitan menunggu kembalinya agar dapat menikmatinya. Acapkali aku gagal menangkap keindahannya, barang seberkas saja…

[4]

Padahal kesempatan indah itu berulang muncul seperti panggilan adzan bersahutan dari waktu ke waktu, dari timur ke barat, seiring dengan perputaran waktu.

Adakalanya hujan ditunggu datangnya, seperti kodok merindukan hujan. Ketika kesempatan itu datang tapi kemudian terlewati, adakalanya hujan ditunggu redanya seperti ayam merindukan matahari fajar. Agar ketika hujan kembali turun akan sempat menikmati indah tetes pertamanya.

Yogyakarta, 5 Mei 2011
Yusuf Iskandar

(Catatan : Prosa di atas saya tulis ulang dari cerita status saya di Facebook)

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: