Bermimpi Menjadi Teroris

Aku bukan teroris. Berkeinginan menjadi teroris pun tak pernah, sepanjang hidupku. Bahkan perasaanku cenderung membenci teroris dan semua perilaku berbau teror. Ada perasaan puas ketika mendengar kabar Osama berhasil dibabat Obama.

Tapi semalam aku bermimpi menjadi teroris dan berhasil meledakkan sebuah bom di stasiun kereta api. Setelah itu aku begitu ketakutan… Alhamdulillah, aku bersyukur tidak ditangkap Densus 88, karena keburu terbangun…

(Mimpi yang saya maksud dalam tulisan ini adalah mimpi dalam arti sebenanya, bukan mimpi dalam arti kiasan seperti seorang artis kampung yang berkhayal menjadi artis terkenal, atau seorang anak SD yang bercita-cita menjadi presiden, atau pedagang asongan yang berangan-angan menjadi pengusaha sukses. Tetapi ini mimpi yang benar-benar mimpi sebagai pengalaman bawah sadar yang terjadi ketika seseorang sedang tidur. Ada orang yang mengatakan mimpi sebagai bunganya orang tidur dan ada juga yang mengatakan mimpi sebagai sebuah isyarat.

Pemaknaan kata ‘mimpi’ sering menjadi salah kaprah. Kata ‘mimpi’ yang pengertian sebenarnya berarti pengalaman ketika seseorang sedang tidur, dalam prakteknya dimaknai sebagai angan-angan, citacita, keinginan atau khayalan sebagai pengalaman justru ketika seseorang dalam keadaan sadar).

Yogyakarta, 5 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: