Berdiri Di Atas Seutas Tali

Seorang mantan karyawan ingin kerja lagi. Menilik kondisi kehidupannya yang sekarang, sungguh tidak tega untuk menolaknya. Tapi menilik kondisi perilakunya yang sekarang, juga sungguh tidak tega untuk menerimanya kembali. Bisa jadi virus yang mudah menular seperti sakit pilek.

“Piye yo (gimana ya)?”, tanya “boss” kepada sopirnya.
“Lha, piye…?”, jawab sopirnya.

Professionalisme.., terkadang memaksa kita harus berdiri di seutas tali, batas antara rasa dan logika.

Yogyakarta, 3 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: