Kemana Harus Mengadu?

(1)

Tiba-tiba datang SMS dari seorang kawan lama yang lebih 20 tahun tidak ketemu dan sekarang tinggal di seberang pulau. Bunyinya: “Mas, kemana pengaduan keberatan jika sungai tempat menangkap ikan dijadikan lokasi tambang? Masyarakat tidak setuju, tapi Lurah dan Camat setuju karena ada uang”.

Hmm.., soal keberatan masyarakat saya paham. Tapi soal ada uang, ini yang harus hati-hati karena bisa menjadi “vietnam”, sedang “vietnam” itu lebih kejam dari pembunuhan.

(2)

Segera kawan itu saya telpun. Kalau aparat birokrat sampai Camat sudah tidak bisa disambat, mengadulah ke DPRD, wakil rakyat yang “mestinya” mereka tidak terpikat dengan uang yang berlipat. Syukur diliput media setempat. Barulah kalau semua tidak dipercaya masyarakat, ya mengadulah kepada Tuhan Yang Maha Rahmat.

Terakhir kawan saya kirim SMS: “Jangan minta bayaran ya mas”. Woo.., memangnya saya advokat berargo tiap nasehat?

“Hehehe…”, balasnya.

Yogyakarta, 1 Mei 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: