Archive for April 18th, 2011

Parikan Nguras Kolam

18 April 2011

Menyang toko ngeterke bu “boss”,
boncengan numpak sepeda motor…

Nguras kolam ora pisan-pindo nganti gemrobyos,
ben ndang ditambal lapisan cat anti bocor…

(Gak sepiroa kliyengan…)

Nandur salam kok ngunduh dondong,
dondong dipetik dirujak sak kulite…

Nguras kolam ora kakehan ngomong,
ngomonge sitik bar nguras diajak nyate…

(Waaa, cocok tenan…)

Yogyakarta, 12 April 2011
Yusuf Iskandar

Berulangkali Gagal Mengecat Kolam

18 April 2011

Rencana mau ngecat kolam ikan dengan pelapis anti bocor kok ya gagal terus… Sudah dikeringkan tinggal ngecat, malamnya hujan, kolam terisi air. Esoknya dikuras, dikeringkan, malamnya hujan lagi, kolam terisi air. Dikuras lagi, dikeringkan lagi, ndilalah malah sepanjang sore-malam-pagi hujan, kolam semakin penuh air.

Maka hari ini kolamnya saya ancam. Ini terakhir saya kuras. Kalau hujan lagi, yo wiss terserah… Sebelum vertigoku kumat!

(Hahaha…, akhirnya kolam berhasil saya cat dengan pelapis anti bocor. Esoknya cuaca benar-benar cerah. Hingga larut sore saya berhasil menyelesaikan pengecatan dinding dan dasar kolam sampai sekaleng cat warna biru pun habis. Semoga tidak bocor lagi… Ya, saya tahu bahwa pelapisan dengan cat bukan solusi utama melainkan hanya sekedar pelapis tambahan saja)

Yogyakarta, 12 April 2011
Yusuf Iskandar

Berdoa

18 April 2011

Berdoa di hari raya Jum’at, tinggi nilainya. Ketika doa dilafalkan dalam bahasa Arab, cuek saja sambil oman-amin menengadahkan tangan. Tapi ketika doa dilafalkan dalam bahasa daripada Indonesia, uuuh.., terbersit rasa malu di hadapan Tuhan atas dosa-dosa yang dilakukan.

Maka kalau ingin cuek, berdoalah dalam bahasa Arab. Kalau ingin malu berdoalah dalam bahasa Indonesia. Namun akan lebih manstaf berdoa dalam bahasa Arab tapi tetap bisa malu alias paham maknanya.

Yogyakarta, 8 April 2011
Yusuf Iskandar

Jika Perut Mulas

18 April 2011

Ketika sedang jalan-jalan, seorang teman tiba-tiba mengeluh sakit perut. “Perutku mulas…”, katanya. Kusarankan: “Coba cari batu, dikantongin, lalu jongkok…” (itu resep di masa kecil saya dulu).

“Tapi susah cari batu…”, jawabnya.

“Kalau begitu ganti saja dengan donat, biar saya bawakan deh…”. (Minimal kalau mulasnya sembuh, donatnya bisa dimakan ramai-ramai. Tapi kalau ternyata mulasnya tidak sembuh, saya tetap bisa makan donat, sedang dia tidak…).

Yogyakarta, 8 April 2011
Yusuf Iskandar

Sego Pecel Dengan Bunga Turi

18 April 2011

Bunga turi, bayam, kacang panjang, tauge, sambal kacang…, maka menjelmalah SGPC (sego pecel) untuk sarapan dan tempe bungkus daun pisang digoreng (tempenya yang digoreng, bukan daun pisangnya). Usai jum’atan ternyata sayurnya masih banyak, terutama bunga turinya itu lho…, ya ‘mecel’ lagee…

Turi, turi putih, ditandur ning kebon agung…(tembang Jawa populer sekian puluh tahun yll).

Yogyakarta, 8 April 2011
Yusuf Iskandar

Rutinitas Yang Melenakan

18 April 2011

Rute jalan itu saya lalui hampir tiga kali seminggu setiap pergi menuju tokoku di Madurejo, Prambanan, Jogja. Nyaris saya hafal tiap belokannya (yang hanya ada dua, ke kiri dan kanan). En toch begitu, ketika ban mobil kempes tadi sore, saya tidak tahu dimana gerangan tukang tambal ban terdekat.

Hmmm, rupanya rutinitas telah melenakan saya sehingga kurang perhatian terhadap hal-hal yang mestinya bernilai strategis. Jangan-jangan rutinitas yang lain juga sama…

Yogyakarta, 7 April 2011
Yusuf Iskandar

Mengisi Waktu Luang

18 April 2011

(1)

Mengisi waktu luang dengan memperbaiki kolam ikan di belakang rumah yang bocor. Hari pertama; menguras dan membersihkan kolam. Hari kedua, membongkar bagian-bagian yang pecah dan menutup dengan adonan semen + pasir. Hari ketiga, melapis dengan semen.

Belum sempat semua selesai, hujan turun…. Dan, lapisan semen pun morat-marit. Yo wis, terserah saja pada dunia… (Ya mau marah sama siappaa…).

‎(2)

Menambal kolam bocor… Ini pekerjaan gampang-gampang susah dan ringan-ringan berat, terutama untuk manusia setengah abad yang rentan terhadap vertigo. Bisa saja sebenarnya saya minta tolong orang lain untuk mengerjakannya dan saya tinggal mengawasi.

Tapi… (ya ini repotnya), ada gairah dan kepuasan tersendiri kalau saya bisa mengerjakannya sendiri. Maka keseimbangan antara faktor U (Umur) dan faktor G (Gairah) harus benar-benar terkontrol…

Yogyakarta, 7 April 2011
Yusuf Iskandar

Setahun Kelamaan

18 April 2011

Seorang bapak tua agak brewokan sebagian memutih, berkaos kegedean, bercelana lusuh, bersandal jepit, membawa ketipung diikatkan di depan perutnya dengan tali rafia, berdiri di depan tokoku, bernyanyi: “Cinta satu malam, oh indahnya…tek dung, tek dung…”.

Habis satu lagu, seorang sales memberinya uang koin entah berapa, berkata: “Mbok jangan cuma satu malam”.

Sambil senyum dan ngeloyor pergi, si bapak menjawab (dalam bahasa Jawa): “Setahun kelamaan…”.

‎Yogyakarta, 7 April 2011
Yusuf Iskandar