Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (14 – Selesai)

(14) Terbang Kembali Ke Jogja

(91)

Istirahat sejenak di Tanjung Redeb. Siang ini terbang kembali ke Jogja via Balikpapan dan Surabaya. Tapi pesawat Batavia dari Berau delay lebih dua jam.

Selalu begini ini yang suka bikin ketar-ketir karena dari Surabaya harus nyambung dengan Lion ke Jogja. Terpaksa minta tolong Batavia untuk memberitahu Lion agar saya jangan ditinggal, dengan jurus “pergaulan” mereka. Semoga kali ini sukses utk kepentinganku, mungkin lain waktu gantian untuk kepentingan orang lain.

(92)

Transit di bandara Sepinggan Balikpapan yang cukup besar, bagi penumpang non-Lion/Wings Air, rada menyebalkan. Penumpang harus keluar dulu di terminal kedatangan, masuk lagi ke terminal keberangkatan, ke konter minta kertas bertuliskan “Transfer” (atau “Transit”, saya lupa), masuk lagi ke ruang tunggu. Belum lima menit pantat menyentuh kursi sudah boarding (tahu gitu tidak saya sentuhkan). Coba ada jalan pintas tanpa harus keluar bandara dulu…

(93)

Roti Batavia — Apapun jenis pesawatnya, kemanapun tujuannya dan berapapun harga tiketnya, selama naik maskapai Batavia Air, maka roti (khas Batavia) seperti inilah suguhannya (tidak boleh protes, kecuali tersenyum secukupnya…). Past, present and (insya Allah) future.., tetap roti (khas Batavia) ini suguhannya plus segelas (tapi plastik) air mineral…

(94)

Pesawat Batavia yang delay berangkat dari Berau ternyata benar-benar berhasil membuat saya sentresss… Tiba di bandara Juanda Surabaya jam 18:45 padahal koneksi ke Jogja dengan pesawat Wings jam 19:00.

Benar juga, jurus “pergaulan” yang dimainkan Batavia agar saya tidak ditinggal ternyata tidak bekerja (atau malah tidak dilakukan?). Dengan tergopoh-gopoh saya menuju konter Wings dan mendesak petugasnya agar saya bisa ikut ke Jogja. Toh, Wings ke Jogja pun delay…

(95)

Seorang petugas Wings berjanji menguruskan agar saya bisa terbang ke Jogja. Disuruhnya saya duduk. Pemuda itu dengan sigap jalan kesana-kemari, naik-turun tangga, membawa tiket saya. Entah kenapa harus seperti itu yg dilakukannya. Melihatnya saja ikut capek.

Sejam kemudian baru saya dapat kepastian dapat ikut terbang. Sungguh saya apresiasi untuk pemuda itu, bak malaikat penolong. Padahal kalau mau bisa saja dia bilang sudah “closed” lalu pulang bareng teman-temannya.

(96)

Pesawat Wings jurusan Jogja memang delay lebih sejam karena alasan cuaca. Sambil bergegas ke ruang tunggu saya mampir mushola.

Kusempatkan berdoa kebaikan bagi pemuda itu yang di saat teman-temannya berangkat pulang, dia masih mau sibuk mengurus agar saya bisa terbang ke Jogja. Menjawab sejam rasa gelisahku dengan berita gembira. Tanggung jawab dan kepeduliannya pantas memperoleh “nilai” tinggi. “Suwun mas, siapapun nama Anda…”. Alhamdulilah.

(97)

Akhirnya, pesawat ATR 72-500 berbaling-baling Wings Air tiba dengan selamat di Jogja. Sekitar jam 10 malam masuk rumah dengan membawa tas yang penuh berisi bungkusan-bungkusan plastik. Ibunya anak-anak yang sudah tidur lalu terbangun, mendengar saya membuka bungkusan-bungkusan kantong plastik, dia tanya : “Bawa apa?”.

Tanpa menunggu jawabanku dia pun melongok… Ooo ternyata oleh-oleh pakaian kotor bin basah. Industri laundry rumahan segera operasi lembur… ‎

(98)

Akhirnya, sebagai penutup dari cersta catatan perjalanan saya ke Berau selama seminggu terakhir ini adalah, bahwa apa yang saya alami sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa bagi orang lapangan yang sudah biasa melakukan survey di lokasi terpencil. Tapi pasti tak terbayangkan bagi orang yang biasa ada di dunia “normal”.

Bedanya, saya sempat mendongengkannya kepada Anda melalui cersta Facebook… Sekedar ingin berbagi. Salam

(Kamis, 31 Maret 2011)
Yusuf Iskandar

Satu Tanggapan to “Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (14 – Selesai)”

  1. Ahmad Says:

    Biasa aja Cerita Yang Kayak Gituan, Saya Kerja Di United tractors tiap Bulan K’luar Jawa. hampir Seluruh Cabang/customer di Indonesia Mulai Pinggiran Sampai Pelosok – >250km Dari Jalan Trans/aspal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: