Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (11)

(11) Bersiap Meninggalkan Hutan

(73)

Saat mengepak pakaian (yang jelas kotor, basah dan bau) sebelum meninggalkan camp malam itu, seseorang minta agar topi rimbaku warna coklat muda ditinggal saja untuk kenang-kenangan.

Seorang lagi yang saya lihat tekun dengan sholatnya minta “warisan” (uugh…) dan sajadahku kuberikan. Dia tanya: “Belinya di Jogja?”. Saat kujawab: “Di Mekkah”, matanya berbinar-binar dan sajadah itu terus dikalungkan di lehernya. Mudah-mudahan tidak dipakai saat mengebor esoknya… ‎

(74)

Seorang lainnya menawari: “Mau bawa pasak bumi pak?”. Nama itu sangat kukenal. Ketika saya masih di hutan Bengkulu 20 tahun yll saya suka minum air rebusan pasak bumi yang pahitnya minta ampyuun.., antara lain untuk mencegah malaria. Kalimantan adalah sumbernya.

Aku pura-pura tanya: “Untuk apa?”.
“Jaga kesehatan dan kekuatan”, jawabnya.
Waaa, kau tahu yang kumau.., kataku dalam hati. Berharap agar aku lebih kuat menurunkan sekarung gula pasir untuk tokoku… ‎

(75)

Sepotong akar tanaman pasak bumi dari hutan di pedalaman Berau, Kaltim. Konon berkhasiat untuk meningkatkan stamina, mencegah malaria, dsb. Air rebusannya terasa pahit minta ampyuuun… ‎

(76)

Setelah di Jogja seseorang menyindirku: “Wah, ibu pasti suka ya pak?”.
“Suka apanya…”, jawabku. “Dia kesal karena setiap aku mau minum rebusan pasak bumi dia kuminta menakar airnya, merebusnya, menunggunya agar tidak gosong dan mencuci pancinya…”.

“Tapi habis itu..?”, kejarnya.
“Tetap tidak suka”, jawabku lagi. “Karena waktu menurunkan sekarung gula pasir dari mobil saya tetap minta pegawai toko untuk melakukannya…”.

(77)

Perjalanan keluar hutan malam hari mendung. Rute terberat saat melewati gunung kapur. Mobil meraung, ngos-ngosan, terseok-seok melintasi lumpur dan lempung lengket. Pak sopir santai saja sambil nyetel lagu lama ndang ndut remix dengan volume pol-polan:

Aku cinta kamu
Aku sayang kamu
Jiwa ini raga ini semua untukmu..
Cinta suci ini jangan kau nodai
Aku mohon kepadamu jangan dikhianati..

(Kok hafal? Ya dicatat, gimana sih? Ngafalin no HP saja setengah modar).

‎(Rabu, 30 Maret 2011)
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: