Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (1)

(1) Terbang Ke Tanjung Redeb

(1)

Jogja – Balikpapan – Tanjung Redep (Berau)… “Tidak ada kemudahan melainkan karena Engkau mudahkan, dan sebaik-baik kemudahan adalah kemudahan yang Engkau berikan”.

(Note: Catatan pembuka, sambil duduk di ruang tunggu bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Siap-siap terbang dengan pesawat Lion Air dari Jogja ke Balikpapan)

(2)

Mestinya pesawat Batavia itu siang ini terbang ke Berau dari Balikpapan. Telanjur kubayangkan orang lain pada jumatan di darat, aku tidak jumatan di udara. Tapi kok ya ndilalah.., pesawat ke Berau delay tiga jam.

Setelah Tuhan “memaksa” aku terbang ke Berau alih-alih kemarin ke Bandung untuk melayat guruku, aku tetap diberi kesempatan untuk jumatan di Balikpapan. Maka “dirusak”-Nya sebuah pesawat Batavia, sehingga harus ada yang delay terbang. Betapa Maha Hebatnya Dia.

(Note: Guruku yang saya maksud adalah alm. Prof. Ir. RM Partanto Prodjosoemarto yang meninggal dunia kemarin di Bandung. Sesungguhnya saya berniat melayat, tapi rupanya sesaat sebelum saya mendengar kabar duka itu, saya telanjur mengkonfirmasi hari ini terbang ke Berau)

(3)

Bukan sekedar jumatan, syukurku bertambah karena sempat silaturrahim dengan mantan teman kerja yang sudah lebih enam tahun tidak bertemu. Lalu jumatan bersama di masjid “Istiqomah” di kompleks Total-Pertamina Balikpapan, lalu makan rawon di kantin masjid yang bergaya lesehan… Puji Tuhan wal-hamdulillah… (kenyang banget karena sejak pagi belum sarapan, hanya sempat ngupi…).

(4)

Jam 16:30 WITA pesawat yang delay lebih tiga jam dari Balikpapan akhirnya mendarat di bandara Kalimarau Tanjung Redeb, ibukota kabupaten Berau (Kaltim). Rencana mau langsung menuju lokasi survey ditunda besok karena sudah kesorean.

Leyeh-leyeh dulu di hotel. Semalam di Tanjung Redeb. Insya Allah besok pagi baru menuju lokasi survey…

(5)

Bandara Kalimarau… Ini bandara yang sekitar tiga tahun yll aku pernah menjadi tukang buka pintu pagar depannya, gara-gara kepagian tiba di bandara. Bahkan kubangunkan Satpam yang ketiduran ditonton pemain bola di TV.

Kini tampak tidak banyak berubah, melainkan sebuah bandara baru sedang dibangun di dekatnya. Tidak besar, terkesan minimalis, dilengkapi dengan dua belalai (garbarata) kecil. Saya suka dengan belalai kecilnya. Menarik, untuk ukuran bandara kecil.

(6)

Bandara baru Kalimarau, Tanjung Redeb, ibukota kabupaten Berau (Kaltim) yang sedang dalam tahap penyelesaian. Bandara kecil yang dilengkapi dengan dua belalai kecil… Sebuah lambang kemajuan kota seiring dengan meningkatnya kesibukan ekonomi daerah dimana mulai banyak aktifitas eksplorasi dan eksploitasi potensi tambang terutama batubara.

(7)

Taksi dari bandara Kalimarau adalah angkutan kota yang dicarter. Ongkosnya Rp 40 ribu ke kota Tanjung Redeb. Sampailah ke hotel “Sederhana” yang akhirnya saya pilih. Alasannya sederhana, ya karena hotel ini memang sederhana.

Agenda pertama biasa.., langsung nggeblak merebahkan badan, menggeliat, leyehan… Tak sesederhana namanya, hotel ini layak untuk tempat menginap, leyehan dan buang hajat. Ada AC, air panas, TV, mudah cari makan di luar…

(8)

Sambil menikmati suasana malam, mampir makan di sebuah warung dekat hotel. Dari ujung selatan Jl. Pangeran Antasari sampai tepian sungai Segah berjajar warung-warung menyajikan menu ikan-ikanan (tapi ikan beneran), ayam dan bebek.

Pilihanku bandeng goreng racikan seorang ibu asal Mojokerto yang sudah 12 tahun marung (membuka warung) di Tanjung Redeb. Selalu hati-hati kalau makan bandeng karena duri halusnya betebaran di sekujur tubuhnya.

(Jum’at, 25 Maret 2011)
Yusuf Iskandar

Satu Tanggapan to “Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (1)”

  1. Is Bose Portable Music Package the Best Sound System for Your iPod? subrontolaris.com | subrontolaris.com Says:

    […] Perjalanan Tidak Mudah Ke Pedalaman Berau (1) « Catatan Perjalanan … […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: