Archive for April 11th, 2011

Mengenang Almarhum Prof. Partanto

11 April 2011

(1)

Tahun 1985 saya masih mahasiswa kost di Bandung. Dengan semangat 45 saya menulis makalah tentang bentonit dan presentasi di forum Asia-Pacific Mining Conference di Jakarta. Menjadi satu-satunya mahasiswa yang nekat masuk di forum internasional dengan bahasa Inggris pating pecothot dengan mengangkat materi “ndeso” produk tambang rakyat bentonit di Nanggulan, Kulon Progo, DIY.

Seseorang yang sangat berperan dalam penulisan makalah dan presentasi itu adalah Pak Partanto Prodjosoemarto. ‎

(2)

Pak Partanto, dosen senior di Jurusan Tambang ITB itu juga yang kemudian menjadi pembimbing Tugas Akhir saya. Sementara (pada jaman itu) teman-teman lain menyelesaikan konsultasi skripsi hingga “bertahun-tahun”, saya “cukup” enam bulan…

Hari ini (24-Mar-2011), Guru Besar itu, Prof. Ir. RM. Partanto Prodjosoemarto berpulang ke haribaan Sang Khalik (dalam usia 72 tahun). Semoga ibadah pengabdiannya diterima sebaik-baiknya di sisi Allah swt.

“Selamat Jalan, Prof. Partanto..!”.

Dari kiri ke kanan: Ir. Sudarsono, MT., Ir. Dyah Probowati, MT., Alm. Prof. Ir. RM. Partanto Prodjosoemarto, Ir. Yusuf Iskandar dan Prof. Dr. Ir. Ambyo Mangunwidjaja.

(3)

Mestinya hari ini saya ingin ke Bandung memberi penghormatan terakhir kepada sang guru saya alm. Prof. Partanto. Tapi kok ya ndilalah.., sesaat sebelum menerima kabar duka itu, saya telanjur mengkonfirmasi bahwa besok mau terbang ke Tanjung Redep, Berau (Kaltim).

Saya pikir, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semua pasti ada dalam rencana-Nya…

(By the way, ada yang dapat saya ajak kopi darat di Berau? Maksudnya ngopi di warung, bukan di laut…)

Yogyakarta, 24-25 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Tentang Seorang Gadis Dan Toko “Ndeso”-nya

11 April 2011

(1)

Seorang gadis gunung turun dari kawasan perbukitan perbatasan Gunung Kidul (DIY) dan Wonogiri (Jateng), sore tadi akhirnya tiba di Madurejo, Prambanan. Datang bersepeda motor saat hujan sedang deras-derasnya, terlambat dari waktu yang dijanjikan. Yang terbersit di pikirannya, ingin belajar tentang usaha ritel ke Madurejo.

Betapa saking inginnya gadis itu untuk bisa mengembangkan toko “ndeso”-nya yang tak kembang-kembang jua. Malah sekarang mulai tersaingi.

(2)

Toko “ndeso”-nya yang hanya ramai saat hari pasaran, memang benar-benar dikelola secara tradisional sebagai aset keluarga. Tapi ingin ada sentuhan berbeda sehingga lebih menarik pengunjung yang sama “ndeso”-nya.

Saya terpaksa menunda pulang sebagai apresiasi atas semangatnya. Semangat yang tidak banyak orang muda memilikinya. Semoga kunjungannya tidak sia-sia.

(Kata-kata “ndeso” saya gunakan untuk mengekspresikan betapa dia datang dari tempat yang jauh dari mana-mana). ‎

Yogyakarta, 24 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Apakah Saya Benar-benar Telah Berdoa

11 April 2011

Akhir-akhir ini saya banyak dimintai doa. Untuk yang sedang sakit, baru kecelakaan, meninggal dunia, mau melahirkan, sedang resah wal-gelisah, ingin niatnya terkabul, terlilit hutang, dsb… Semua saya jawab “Ya”. Setelah itu saya deg-degan sendiri, apakah saya benar-benar telah meluangkan waktu barang dua-tiga detik berdoa untuk para peminta doa itu?

Saya harus memastikan benar-benar melakukannya dan bukan asal bilang “Ya”. Dan jangan lupa, berdoa untuk diri sendiri…

Yogyakarta, 24 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Keramik Antikku Pecah Disepak Kucing

11 April 2011

Kucing kurang ajar… Entah kucing siapa, suka tidur di teras rumah dan kurelakan nginap gratis. Ee.., lha rumah ada pintunya kok ya malah loncat lewat jendela sambil menyepak wadah minum keramik peninggalan Belanda berangka tahun 1821 hingga jatuh dan pecah jadi dua.

Wadah menyerupai botol itu bertuliskan “Boll & Dunlop’s Distilleerdery A. 1821 SCHIEDAM”. Dasar uciiing.., bukannya kabur malah bolak-balik datang numpang tidur…

‎Yogyakarta, 24 Maret 2011
Yusuf Iskandar