Sate Kambing “Taufik” Jl. Wonosari Jogja

(1)

Kamis sore, menyusuri Jl. Wonosari. Jogja, nyopir sambil tolah-toleh cari warung makan. Sampai di timur perempatan Sampaan, Jl. Wonosari km10, ada warung sate yang belum pernah kuampiri. Judulnya: Warung sate kambing “Taufik” (jelas nama orang, yang punya).

Haha, nyattee lagee… Kalau saya nyate kambing, itu bukan karena ini malam Jum’at. Sebab untuk tadarus surat Yasin saya lebih perlu buku Qur’an ketimbang sate kambing… ‎

(2)

Tahun 1968, bu Sosro mulai merintis usaha warung sate. Ya di tempatnya yang sekarang itu. Setelah bu Sosro meninggal, kini pak Taufik anaknya yang melanjutkan bisnis persatean.

Masih juga di tempatnya yang sekarang, sebuah warung yang sangat bersahaja. Walau pilihan dagingnya tidak 100% empuk, tapi taste satenya mampu bertahan lebih dari empat dekade yang hingga kini paling tidak per hari masih mampu bertahan dengan satu K-A-M-B-I-N-G…. ‎

Yogyakarta, 10 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: