Men-jama’-qashar Makan

Kalau lagi di rumah saya jarang sarapan (yang pakai nasi). Lalu ketika siangnya saya juga tidak makan, seorang temanku heran.

Sebenarnya bukan tidak makan, tapi saat pergantian pagi dan siang saya sudah menggabung-ringkas (jama’-qashar) seperti sholat, makan pagi dan siang sekaligus. Tapi belakangan saya menyesal. Harusnya cukup digabung (jama’) saja, jangan diringkas (qashar). Akibatnya menjelang sore perut sudah teriak minta diisi lagi. Haha.., gak mau rugi..!

Yogyakarta, 13 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: