Bakpia 5555

(1)

Pulang dari Glagaharjo di kaki tenggara Merapi kemarin sore, saya mampir ke gerai bakpia di dekat pasar Jambon, dusun Kejambon Kidul, desa Sindumartani, kecamatan Ngemplak, Sleman.

Saya tertarik karena tagline yang ditawarkan adalah “fresh oven” dan tampak penjualnya sedang memasak bakpia di depan gerai dengan beberapa orang berdiri di sekitarnya, seperti tukang gorengan yang sedang ditunggu pembelinya. “Pasti ada sesuatu yang beda dengan bakpianya”, pikirku.

(2)

Namanya Bakpia 5555 (karena kepanjangan, orang suka menyebutnya “bakpia lima lima” saja). Rasanya tidak jauh beda dengan bakpia Pathuk (berapapun nomornya) yang sudah melegenda.

Sedikit yang membedakan adalah bentuknya tidak dicetak, kulitnya kurang krispi tapi agak kenyal, dan selalu tersaji panas karena langsung bisa ditunggui dan dilihat prosesnya (kalau terlalu dekat bisa ikut kepanasan). ‎

(3)

Bakpia 5555 memberi tawaran aneka rasa yang berbeda. Rasa “standar” kumbu (berbahan kacang hijau) hitam dan putih tetap ada. Namun tawaran rasa ketela ungu dan ketela madu?

Wow…, begitu menggairahkan sensasi mak nyusss-nya. Itu baru rasanya. Harganya? Satu kotak kecil Rp 6.000,- @10 biji dan kotak besar Rp 12.000,- @20 biji. Isinya boleh kombinasi rasa campursari. Unbelievable..! (Sayangnya lokasinya rada ndeso…)

(4)

Baru sekitar dua tahunan bakpia 5555 memproklamirkan diri. Namun menilik banyak dan sibuknya pegawai yang semua perempuan, sepertinya citarasa bakpia 5555 sudah mengena di hati pelanggannya walau adanya agak jauh di pelosok utara Jogja.

Sudah memiliki satu cabang gerainya di kawasan Madurejo, Prambanan. Bagusnya bakpia ini mampu betahan 4-5 hari. Kalau disimpan di kulkas mungkin mampu bertahan lebih lama. Cocok untuk alternatif oleh-oleh.

(5)

Masih tentang bakpia… Kalau membeli bakpia, sampai rumah pasti sudah dingin, padahal rasa enaknya justru ketika masih panas. Termasuk kalau bakpia sudah disimpan di peti sejuk dan ingin disantap panas, caranya mudah.

Ambil bakpia lalu panaskan di oven atau microwave sebentar. Kalau di rumah hanya ada wajan dan kompor, olesi bakpia dengan mentega lalu panaskan di atas penggorengan. Sekedar alternatif untuk menikmati bakpia fresh oven… ‎

Yogyakarta, 12-13 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: