Tukang Kerupuk Langganan Kami

Pagi-pagi tukang kerupuk tua langganan kami sudah di depan rumah, mendorong gerobaknya yang terbuat dari seng sehingga bunyinya mudah ditandai. Dengan suara berat-berat lemah dia memanggil-manggil. Kuberikan wadah plastik dan beberapa lembar uang ribuan. Bukan kerupuknya yang kubeli, melainkan aku ingin mengawali rejeki paginya.

Kenapa tidak diberikan saja uangnya? Karena aku khawatir akan menghalangi tukang kerupuk itu untuk meraih kebaikan dengan melayani pelanggannya…

Yogyakarta, 22 Pebruari 2011
Yusuf Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: