Tahlilan Malam Terakhir

Hadir di acara tahlilan malam terakhir. Menurut kalender matahari ini malam keenam, tapi menurut kalender bulan sudah malam ketujuh.

Saya tidak ingin cerita tentang tahlilan (itu soal klasik yang dapat memicu pertengkaran), lebih baik cerita yang enak-enak. Seperti saat disuguh kue dan nasi opor. Lha kok pulangnya masih dibekali nasi uduk dan lauk, apam, ketan, secuil pisang dan ketela, mie instan, gula, teh, beras dan telor. Maka nikmati nilai mu’amalah-nya dan bukan ritualnya…

Yogyakarta, 24 Pebruari 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: