Rejeki Pertama

Senin pagi hujan. Tukang koran itu kehujanan. Koran edisi Sabtu yang kupesan tetap diantarnya. Tapi harganya kok tetap? Itu kan koran kadaluarsa. Ah, kutepis pikiranku untuk menuntut “hak”. Lebih baik kuubah menjadi “kewajiban”.

Bahagianya.., saat mengulurkan uang tiga ribu untuk harga koran kadaluarsa. Bersyukurnya.., dapat menjadi lantaran bagi rejeki pertama seseorang di Senin pagi hujan (Kecil? Jangan terjebak pada dimensi nilai manusia..!).

Yogyakarta, 28 Pebruari 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: