Balada Mbok Watinah

(1)

Minggu pagi ini Mbok Watinah datang ke rumah, mengambil koran dan kertas bekas, juga barang rongsokan lainnya. Istriku menyebutnya Mbok Gletek karena kerjanya keliling kampung ‘gletekan’ mencari-cari barang bekas/rongsokan, kemudian dibelinya.

Ada perbedaan signifikan dengan pemulung yang biasanya cenderung liar dan tak beretika. Mbok Gletek ini lebih profesional dalam berbisnis, walau ada juga yang nakal bin menjengkelkan…

(2)

Setiap hari kerja (kalau week-end biasanya “off”) Mbok Watinah, 52 tahun, anak empat, cucu dua, berkeliling kampung di Jogja naik sepeda onthelnya. Jika dapat barang banyak, pak Sujud suaminya, membantu mengangkutnya. Mbok Watinah kadang-kaang juga menerima panggilan via HP anaknya.

Faktanya adalah, sudah 30 tahun profesi sebagai Mbok Gletek ditekuni Mbok Watinah. Mencoba berdiri di sisi Mbok Watinah, hidup ini kepastian atau pilihan?

Yogyakarta, 23 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: