Penangkal Petir Di Kepala

Jogja hari ini hujan deras dan petir menyambar-nyambar. Seorang teman mengingatkan kalau lagi banyak petir jangan seterika dulu. Kujawab: “Saya sedang tidak ada agenda”.

Baru kemudian terpikir, kenapa tidak boleh? Kalau karena listriknya, tiang listrik itu lebih terancam. Kalau karena bara apinya, tukang sate pinggir jalan itu pasti tersambar duluan. Woo…, alasan paling masuk akal mungkin karena orang yang nyeterika biasanya tidak memakai penangkal petir di kepalanya…

Yogyakarta, 20 December 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: