Menyusuri Setengah Trans Sulawesi Dari Makassar Ke Palu (1)

(1) Merapi Juga Tak Pernah Ingkar Janji

Tepat jam 6:05 WIB, sesuai janjinya, pesawat Merpati MZ 708 lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar (mungkin karena Jogja adalah titik awal penerbangan panjangnya hari ini sehingga bisa tepat waktu). Ada suguhan mie goreng di pesawat, walau agak-agak gosong tapi lumayan buat ganjal karena tadi terlambat bangun sehingga buru-buru.

Merpati tak pernah ingkar janji… Tapi justru khawatir kalau Merapi yang (konon) juga tak pernah ingkar janji…

(Makassar, 26 Oktober 2010)

——-

(2) Mulai Dari Jalan Poros Maros – Pangkep

Memulai perjalanan setelah keluar dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju jalan poros Maros – Pangkep, menikmati jalan lurus, lebar, beberapa bagian dilakukan pembetonan, tapi rusak di sana-sini, masih nyaman dinikmati sampai di lokasi sekitar 40 km utara Makassar, Sulsel.

Singgah minum kopi sambil menikmati kue ‘dange’ khas Segeri, Pangkep, Sulsel (ketan hitam, kelapa, gula merah, dituang di cetakan panas).

Di kedai kopi yang betebaran di sepanjang jalan, nampak juga tempat bakaran penjual kue ‘dange’ & ‘surabeng’, di Pangkep, Sulsel

Sampai di Kota Parepare, Sulsel, tepat di pinggir pantai barat Sulawesi

Hingga saat sore memasuki kota kabupaten Pinrang (km-159 dari Makassar)

(Antara Maros – Pinrang, 26 Oktober 2010)

——-

(3) Dari Makassar Menuju Mamuju

Dari Makassar (Sulsel) menuju Mamuju (Sulbar) menyusuri pantai barat Sulawesi. Setelah sekitar 3,5 jam perjalanan baru sampe Barru, itu berarti belum seperempat dari rencana perjalanan.

(Barru, 26 Oktober 2010)

——-

(4) Makan Siang Di RM “Sabar” Barru

Makan siang di RM “Sabar”, Labuange, kecamatan Mallusetasi, kabupaten Barru, dekat perbatasan dengan kabupaten Parepare, di pinggir pantai yang semilir anginnya. Pilihan menunya ikan cepak, kakap, bolu (bandeng) bakar atau goreng bumbu rica-rica, dilengkapi dengan sup rasa soto yang lumayan suwedaap… Cukup untuk bekal melanjutkan perjalanan panjang hari ini.

(Barru, 26 Oktober 2010)

——-

(5) Jalur Seribu Menara

Ada buanyak masjid di sepanjang lintasan jalur pantai barat Sulsel, pada jarak yang relatif tidak saling berjauhan. Hampir setiap masjid memiliki menara tinggi. Masjidnya boleh jelek, walau umumnya bagus, tapi menaranya pasti terlihat wah bin megah. Agaknya menara adalah lambang kebanggaan bagi umumnya masyarakat Bugis. Maka…, kalau di Kalsel ada sebutan jalur seribu masjid, di Sulsel inilah jalur seribu menara…

(Parepare, 26 Oktober 2010)

——-

(6) Memasuki Kota Polewali

Jam lima sore memasuki kota Polewali, Polman (Polewali Mandar), sekitar km-225 dari Makassar, berarti sudah nyeberang ke provinsi Sulawesi Barat. Dari rencana perjalanan yang hendak ditempuh, ini baru sekitar setengahnya. Huuuu…, masih lumayan jauh. Siap-siap menempuh perjalanan malam. Berharap kondisi jalan cukup baik, juga kondisi sopir dan penumpangnya tentu saja…

(Polewali, 26 Oktober 2010)

——-

(7) Tiba Di Majene

Jam 19:00 WITA lebih sedikit tiba di kota Majene, sekitar km-290 dari Makassar. Masih sepertiga perjalanan tersisa menuju kota Mamuju, Sulbar. Lalulintas mulai agak sepi dan kondisi jalan aspal cukup bagus dan mulus walau lebarnya agak pas-pasan untuk bersimpangan. Innova pun terus melaju sambil pak sopirnya tolah-toleh mencari warung kopi.

(Majene, 26 Oktober 2010)

——-

(8) Ngopi Di RM Pantai Rewata’a Majene

Ngupy dulu… Di RM Pantai Rewata’a, di wilayah Pamboang, Majene (Sulbar). Lokasinya tepat di pinggir pantai. Tapi karena malam hari jadi ya kehilangan kesempatan melihat pemandangan indahnya. Hanya suara deburan ombak menghantam bibir pantai saja yang kedengaran keras, agaknya angin laut cukup kuat berhembus. Habis ngupy, …siap-siap duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja, mengendarai innova agar baik jalannya…

(Majene, 26 Oktober 2010)

——-

(9) Perjalanan Lebih 14 Jam

Akhirnya…, tengah malam jam 24 lebih, memasuki kota Mamuju, ibukota provinsi Sulawesi Barat. Perjalanan lebih 14 jam terjalani sudah untuk hari ini. Saatnya istirahat beberapa jenak, karena perjalanan sesungguhnya belum selesai. Esok masih akan dilanjutkan beberapa jam lagi.

Sebelum nggeblak di hotel, cari makan dulu di warung tenda seafood “Mekar Jaya” asal Lamongan, Jatim. Kota Mamuju memang berada di pantai barat Sulawesi.

(Mamuju, 27 Oktober 2010)

——-

Iklan

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: