Catatan Harian Untuk Merapi (2)

(7). Bantuan Menumpuk Di Posko Tridadi

Siang ini ke Posko Merapi di Tridadi, Sleman, mengedrop bantuan untuk korban bencana Merapi dari Freeport Peduli. Terlihat bertumpuk-tumpuk bantuan bertimbunan. Entah kapan dan bagaimana akan dapat segera disalurkan kepada yang berhak. Semoga semua terbingkai dalam semangat untuk menjalankan amanah, dan tidak harus disertai prasangka…

(Sleman, 1 Nopember 2010)

——-

(8). Menuju Pos Pengungsian Gulon

Dari Posko Tridadi, Sleman, menuju ke pos pengungsian desa Gulon, kecamatan Salam, kabupaten Magelang. Di pos ini berkumpul lebih 3000 jiwa (sekitar 750 jiwa di antaranya anak-anak, balita, bayi, ibu hamil) yang berasal dari empat desa dari wilayah kecamatan Srumbung. Mereka menghindar dari desanya yang masuk kawasan rawan bencana di sisi baratdaya Merapi. Jumlah pengungsi bertambah setiap saat seiring aktivitas Merapi. Entah sampai kapan mereka ada di sana.

(Sleman, 1 Nopember 2010)

——-

(9). Pos-pos Yang “Seret” Bantuan

Pos pengungsian desa Gulon ini dipilih setelah sebelumnya di-survey : pos-pos mana yang bantuannya “seret”. Itu biasanya di daerah yang kurang terkenal (baca: jarang disebut media). Bantuan dari luar memang banyak tertuju ke wilayah kecamatan Pakem, karena memang daerah itu yang banyak disebut media. Maka tidak heran kalau pak Lurah Gulon mengeluh permintaan dropping dari “pusat” sangat minim, padahal di sana terlihat menumpuk. Ini yang terkadang menimbulkan prasangka…

(Sleman, 1 Nopember 2010)

——-

(10). Memasak Martabak Telor

Anak-anak bermain bola, pasir dan berlarian. Orang-orang tua duduk-duduk di bangku menyaksikan. Ada embah-embah bersandar ke dinding sekolah, melamun entah apa. Beberapa orang lainnya ada yang ngobrol, ada yang ML (melamun & leyehan) di ruang-ruang kelas. Sementara ibu-ibu warga desa Gulon lainnya memasak martabak telor yang digoreng di atas cetakan. Bau gorengannya, hmmm… Seorang ibu mempersilakan untuk mencicipi. Tapi, yaa…masak tega… (walau sebenarnya kepingin)

(Sleman, 1 Nopember 2010)

——–

(11). Peduli Merapi

Dengan keterampilannya ber-freestyle bola basket, anak lanang dan teman-temannya menggalang dana peduli Merapi dengan cara demo di mall, tempat keramaian dan  perempatanan jalan (yang terakhir itu saya sarankan untuk distop).

Intinya: siapapun bisa melakukan apapun untuk peduli. So, Anda punya keterampilan? Let’s do something. Tidak harus terampil dengan keterampilan Anda, sedang mereka yang tidak bisa main dan punya gitar pun bisa menggitar di perempatan jalan, dan…dapat uang.

(Yogyakarta, 2 Nopember 2010)

——-

(12). Waspada Abunya

Sementara Awas Merapi, Waspada abunya yang beterbangan… Walau nampaknya udara bersih, tapi beberapa hari ini terasa ada sesuatu di tenggorokan. Ketika pagi meludah atau (maaf) membuang lendir dari tenggorokan, tampak warna kehitaman kotor di ludah atau lendir yang terbuang.

Beruntung tubuh kita ini memiliki sistem penyaringan udara yang bekerja otomatis. Jika tidak, seperti mobilku yang tidak bisa di-start gara-gara bensin macet karena saringannya kotor.

(Yogyakarta, 2 Nopember 2010)

——-

(13). Meningkatkan Ke-Awas-an

AWAS Merapi..! Berarti Merapi harus diawasin… Sejak letusan pertama 26 Oktober yll, semakin hari Merapi semakin bergairah melepas energi erupsinya, membagi abu vulkanik, mengumbar wedhus gembel (awan panas), menggelontor lava menjadi lahar. Letusan hari ini lebih besar. Kawasan rawan bencana pun diprluas. Maka warga di luarnya, seperti Jogja, perlu meningkatkan ke-AWAS-annya. Prinsipnya tetap: anggap bahwa ancaman itu akan benar-benar terjadi, agar tetap waspada…

(Yogyakarta, 3 Nopember 2010)

——-

(14). Jangan Lengah Terhadap Merapi

Kota Yogyakarta berjarak sekitar 30-40 km dari Merapi. Jarak yang secara “teoritis” cukup aman terhadap dampak letusan Merapi. Akan tetapi, ke-WASPADAAN-an, ke-SIAGA-an dan ke-AWAS-an terhadap Merapi tidak boleh lengah. Sebab karakter letusan Merapi tidak terduga, juga dampaknya. Tidak perlu panik, melainkan jangan lengah terhadap kemungkinan situasi yang memburuk dampaknya. God bless you, Jogja… Insya Allah…!

(Yogyakarta, 3 Nopember 2010)

——-

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: