Catatan Harian Untuk Merapi (11)

(94). Pe-er Besar Menghadang

Pertengahan minggu keempat sejak Merapi meletus pertama kali (26/10), cuaca Jogja hari ini cerah. Debu, yaa… masih ada dikitlah... Mbah Merapi ingin istirahat. Erupsi menurun. Berharap ancaman letusan segera usai. Konsekuensinya, ancaman banjir lahar dingin masih berstatus AWAS. Di balik semua itu ada timbunan rejeki dari pasir. Tinggal para korban langsung, baik yang mengungsi maupun yang tidak, lha ini dia pe-er besarnya…

(Yogyakarta, 19 Nopember 2010)

——-

(95). Ayo Balik Jogja

Anyway…, sinaoso mekaten… Jogja aman! Jogja bangkit! Jogja bersemangat! Insya Allah… AYO BALIK JOGJA…!

(Yogyakarta, 19 Nopember 2010)

——-

(96). Bantuan Hasil Saweran

Hasil saweran dari rekan-rekan pensiunan Freeport, dapat dibelanjakan beras, gula, mie instant, dkk. Sore tadi langsung dikirim ke lingkungan dusun Pepe, kecamatan Muntilan, yang sebagian besar warganya adalah buruh harian lepas. Sebagian bantuan lagi diarahkan ke dusun Bandung, kecamatan Dukun, yang berada di lereng baratdaya Merapi (di radius 7 km dari puncak). Karena sudah terlalu sore dan mendung, terpaksa minta mereka untuk mengambilnya sendiri. Tatuuut…

(Yogyakarta, 19 Nopember 2010)

——-

(97). Bakmi “Mbah Dhumuk” Sleman

Hari sudah petang ketika pulang dari mengirim bantuan ke Muntilan. Kepingin mengisi perut dengan menu beda, terpilihlah mie rebus (mie jawa) warung “Mbah Dhumuk”, di Jl. Magelang Km-12, Sleman. Mbah Dhumuk yang sudah malang-melintang di dunia perbakmian sejak lebih setengah abad yll, kini sudah tiada dan anak-anaknya meneruskan usaha itu. Taste-nya agak beda dan lumayan enak. Pantesan selalu ramai. Cuma waktu tunggunya itu lho… Loamaaa banget…

(Yogyakarta, 19 Nopember 2010)

——-

(98). Cerita Tentang Sebuah Batu Besar

Sebuah batu sebesar sapi kurban nongkrong magrong-magrong di tengah jembatan sungai Tlising sehingga menghalangi jalur evakuasi di desa Paten, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang. Batu itu mau nyebrang ke atas jembatan karena sungai di bawahnya penuh dengan material lahar dingin Merapi hingga meluber.

Saya tanyakan kepada salah seorang warga: “Kenapa batunya tidak digelindingkan saja agar tidak menghalangi jalan”.
Jawabnya serius: “Belum boleh sama Mbah Merapi…”.

(Yogyakarta, 20 Nopember 2010)

——-

(99). Masih Ada Satu Letusan Lagi

Radius bahaya Merapi sudah dipersempit. Sebagian warga memang berangsur meninggalkan pengungsian. Tapi kaum bapak di dusun Bandung, desa Paten, kecamatan Dukun, Magelang, masih berjaga-jaga seperti mau perang gerilya, di dusunnya yang berada pada radius 7 km dari puncak dan belum mau membawa keluarga pulang dari pengungsian.

“Kenapa pak?”, tanyaku pada salah seorang yang dituakan.
“Kami merasa masih ada satu letusan lagi”, jawabnya serius. Waduh…! Blaik…!

(Yogyakarta, 20 Nopember 2010)

——-

(100). Sejenak Menghirup Hawa Segar

Hanya Merapi yang tak pernah ingkar janji… Tidak Merpati, tidak juga Turangga Jogja-Bandung ingkar janji. Katanya 7 jam, malah diimbuhi jadi 8 jam. Abu vulkanik dan pengungsi Merapi sementara kutinggalkan dulu sejenak untuk menghirup hawa segar Bandung… Huuuaah…!

(Yogyakarta, 20 Nopember 2010)

——-

(101) . Bandung Dan Bandung

Warga kampungku di Kalangan, Umbulharjo, Jogja, mengumpulkan dana untuk dibelikan sembako plus plus. Ingin disalurkan langsung kepada korban Merapi yang benar-benar membutuhkan. Lokasi yang dituju berada di lereng baratdaya Merapi di wilayah kab. Magelang.

Hari ini rombongan kampungku berangkat menuju dusun Bandung. Saya sendiri tidak bisa gabung karena sedang dalam perjalanan pulang dari kota Bandung… (Sebuah kebetulan belaka kalau namanya sama).

(Yogyakarta, 21 Nopember 2010)

——-

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: