Hidup Tanpa Sinyal

Hujan deras mengguyur, kemarin sore ketika tiba di camp di perbukitan Sanrege, Mamuju (Sulbar). Logistik segera dibongkar, ngupy dulu… Genset segera disiapkan.

Malam pertama di hutan bertepatan dengan malam Jum’at. Sinyal tak kunjung singgah, harus dijemput ke tempat tinggi, sedang hujan masih menyisakan guyurannya. Terasa sinyal seperti menjadi kebutuhan pokok (lengkap dengan HP dan pulsa tentu saja), hidup seperti ada yang kurang jika tanpa sinyal…

Sanjango – Karossa, 29 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: