Belajar Dari Cile (Catatan Dari Tragedi Tambang San Jose)

Pengantar:

Berikut ini kutipan dari catatan status saya di Facebook mengekspresikan upaya penyelamatan 33 orang penambang yang terperangkap di tambang bawah tanah San Jose, Cile (sedikit penyuntingan telah saya lakukan pada penulisannya).

***

(1)

Menegangkan dan mendebarkan…! Upaya penyelamatan satu per satu dari 33 penambang yang terjebak di kedalaman sekitar 700 meter di perut bumi di tambang emas-tembaga San Jose, Cile (MetroTV siang ini). Bertahan hidup hingga hari ke-68, sungguh sebuah upaya survival dan rescue yang luar biasa. Tapi perjuangan belum selesai, masih ada banyak kemungkinan dapat terjadi. Semoga Tuhan melindungi mereka…  (13/10/10)

(2)

Dramatis…! Menyaksikan tayangan langsung (di MetroTV) upaya penyelamatan satu demi satu dari 33 penambang yang terjebak di bawah tanah sejak lebih 2 bulan yll, di tambang San Jose, Cile. Ini pasti hasil kerja tim lintas sektoral yang sangat professional, cermat dan luar biasa. Sungguh berharap agar sektor industri pertambangan di Indonesia dapat belajar banyak dari manajemen rescue yang sangat spesifik dan kompleks semacam ini.  (13/10/10)

(3)

Heroik…! “Hidup mengalahkan kematian”, begitu presiden Cile melukiskan bagaimana semangat bertahan para penambang yang telah lebih 2 bulan terjebak di kedalaman hampir 700 meter di tambang bawah tanah menanti untuk diselamatkan dan bagaimana tim penyelamat bekerja keras menyelamatkan mereka. Mengharukan dan membangkitkan semangat. Pemimpin dan rakyat Cile pantas bangga, dan bangsa manapun di dunia ini pantas cemburu, juga (mestinya) Indonesia…  (14/10/10)

(4)

Inspiratif…! Bahkan Obama pun tergetar emosinya menyaksikan upaya penyelamatan 33 penambang Cile yang terjebak di perut bumi. Inspiratif, bagi siapapun yang sedang merindu semangat heroisme. Inspiratif, bagi siapapun yang sedang mendamba figur kepemimpinan yang menyentuh rasa dan logika. Inspiratif, bagi siapapun yang peduli bahwa ada pelajaran yang dapat dipetik… Tapi juga inspiratif, bagi mereka yang galau dan nglangut: “Seandainya itu terjadi di negeriku…”.  (14/10/10)

(5)

Belajar dari Cile…! Ekspresi yang tepat. “Mumpung” terjadi di tempat lain, industri tambang Indonesia harus belajar dari pengalaman ini. Beberapa tahun ke depan tambang-tambang mineral di Indonesia akan semakin banyak menggunakan metode tambang bawah tanah (underground) sesuai karakteristik endapannya. Maka untuk hal-hal yang beresiko tinggi semacam ini, sebaiknya buang jauh-jauh semangat learning by doing, alias baru belajar setelah kejadian. Please.., deh! (15/10/10)

(6)

Bukan kebetulan…! Dalam perspektif ‘daripada’ sila pertama ‘daripada’ Pancasila, tragedi tambang di Cile, adalah bukan peristiwa kebetulan. Sebagai muslim saya meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia apa-apa yang telah diciptakan Tuhan (ma kholaqta hadza bathila), tidak juga diciptakannya tambang emas bawah tanah, bangsa Cile, Sebastian Pinera, 33 penambang yang selamat, teknologi kapsul dan pemborannya… Lalu untuk apa semua itu terjadi? Kita renungkan sambil ngupy sore…  (15/10/10)

(7)

Waspadalah! Waspadalah…! Setelah 33 penambang Cile terjebak 69 hari di tambang San Jose dan berhasil diselamatkan. Kemarin (17/10): Di tambang batubara Yuzhou, Cina, 26 penambang tewas dan 11 lagi masih terperangkap. Di tambang emas Casa Negra, Ekuador, 2 penambang tewas dan 2 lagi masih terperangkap. Maka waspadalah penambang di Indonesia. Ancaman itu nyata adanya. Preventive action harus sungguh-sungguh dilakukan… Semoga tidak terjadi hal-hal buruk.  (18/10/10)

Yogyakarta, 14-18 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: