Tentang Puasa

(1)

Ritual sahur siap-siap puasa Syawal. Sepiring nasi, lauk dan sayur sudah di depan mata. Tinggal menyendok lalu menyosorkan ke mulut. Namun apa daya, keburu adzan Subuh berkumandang. Tangan pun lunglai membatalkan ritual. Tapi the shaum must go on. Lanjutkan! Sebab puasa sudah diniatkan.

Ketika siang perut terasa melilit-lilit dan lapar, maka itulah indahnya puasa. Kalau puasa kok terasa kenyang terus, maka dia akan kehilangan pesona keindahannya.

***

‎(2)

Jangan berpuasa kalau takut lapar, sama seperti jangan makan kalau takut kenyang. Jika kemudian tubuh menjadi kurus karena puasa atau menjadi ndut karena makan, maka itu hanyalah persoalan manajemen dan persepsi. Manajemen tentang diet dan persepsi tentang penampilan, maksudnya.

So? Tuhan beserta orang-orang yang sabar, termasuk sabar dalam me-manage jadwal makannya dan sabar dalam mensyukuri penampilannya.

Yogyakarta, 27 September 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: