Kadengaren…

Pohon mertega (apel bulu) di depan rumahku sangat rimbun daunnya. Sambil membuka baju dan memanjat, kupotongi cabang dan rantingnya. Tiba-tiba “boss” saya pulang dari toko, dengan wajah serius berkata: “Tadi tidak ada apa-apa kan?”.

“Tidak”, jawabku.
“Tidak terjadi sesuatu?”, tanyanya lagi masih dengan mimik serius.
“Tidak. Memang ada apa?”, tanyaku agak tegang.
Sambil ngeloyor ke dalam rumah, berkata santai: “Kadengaren…(tumben)”.
Wooo.., penghinaan nasional!

Yogyakarta, 22 September 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: