Dia Yang Begitu Tegar

Ibu setengah baya itu sendirian menghidupi dua anaknya, tanpa banyak berharap pada suaminya yang tak lagi dirindukan kehadirannya. Tinggal di kamar kontrakan seadanya. Pun kios yang menjadi mata usahanya dibongkar-pasang sejak gempa Jogja. Namun dia begitu tegar, mandiri, murah senyum dan menjalani hidupnya dengan ringan seolah berkata “enjoy aja”. Dia adalah tetanggaku, yang dari semangat hidupnya itu kuserap pancaran energi positifnya.

Yogyakarta, 21 September 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: