Kawah Chandra Di Muka

Puasa sudah. Zakat fitrah sudah. Sholat Ied sudah. Maaf-maafan sudah. Makan opor ayam dan sambal goreng hati juga sudah… Setelah itu lalu apa?

Nampaknya akan menempuh perjalanan waktu 11 bulan berikutnya hingga tiba waktunya ritual “sudah” di atas diulang kembali. Padahal yang diharapkan kitab suci adalah agar Ramadhan itu menjadi kawah (1 bulan) chandra di muka bagi (11 bulan) chandra di belakangnya

(chandra = bulan).

Yogyakarta, 10 September 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: