Deg-degan Di Malam Lebaran

Seninya bisnis ritel. Saat pebisnis lain sudah menutup buku catatan keuangan di malam takbiran dan sibuk dengan opor ayam, pebisnis ritel justru sedang deg-degan mengumpulkan keuntungan cepek-nopek dari pembelanja kebutuhan lebaran.

Deg-degan makin kencang kalau ingat dua hari sebelumnya hari hujan sehingga omset turun dari yang diprediksi sebelumnya, sedang barang modal yang telanjur disetok lebih banyak dan belum lunas itu tetap harus dibayar usai lebaran.

Madurejo – Sleman, 9 September 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: