Pilihan Sulit

Ngupy sudah, makan nasi sudah, makan buah sudah, kenyang pasti… Tapi masih ada semangkuk kolak pemberian tetangga. Penghuni rumah sudah nyerah. Untuk sahur pasti nggak kemakan, untuk berbuka besok nggak layak, dibuang mubazir. Jadi? Pilih makan sesudah kenyang atau berlaku mubazir?

Ternyata hidup berkecukupan pun sulit membuat pilihan, maka bersyukurlah ketika kekurangan karena tidak harus membuat pilihan sulit…

Yogyakarta, 23 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: