Dinding Keikhlasan

Menjelang berbuka sore tadi Jogja hujan. Di perjalanan pulang di satu penggal jalan terlihat lebih sepi. Padahal pada hari-hari sebelumnya selalu padat penjual ransum berbuka, terutama penjual es-esan, seperti es buah, dawet, cendol, kelapa muda, dsb. Es yang mereka siapkan mungkin telah mencair bersama hujan. Pada kemana mereka?

Tentu alam tidak sedang mempurukkan bisnis mereka, melainkan mungkin me-reschedule-nya. Dan di antara dua kemungkinan itu terdapat dinding keikhlasan…

Yogyakarta, 24 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: