Surat Tanggapan Yang Tak Kunjung Tiba

Masih soal gamelan… Saya pernah ketitipan surat dari seorang ibu di Selandia Baru, untuk diserahkan kepada Ngarso Dalem HBX. Ibu londo ini menyimpan “warisan” sebuah gong milik Kraton Jogja yang “hilang” seabad yll, dan sekarang ingin dikembalikan. Sudah lebih tujuh minggu surat itu belum ada tanggapan. Ah, keburu ada bisikan dari kolektor: “Jual saja, sudah!” (Sedang yang di Solo saja begitu mudahnya, apalagi di seberang samudra. Sudah dinyatakan hilang, lagi).

Yogyakarta, 20 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: