Sarapan Rujak

Tangan pak Sugiono asal Wonosari tampak terampil sekali mengulek sambal, memotong buah dan menyajikan sepiring rujak nenas, bengkuang, pakel, mentimun, pepaya. Orang Jogja menyebutnya lotis (buah dan sambalnya terpisah). “Sudah hafal rumusnya”, katanya.

Jam terbangnya sebagai tukang rujak sudah 15 tahun. Pagi ini saya menjadi pembeli pertamanya. Pagi ini pula saya sarapan rujak. Mak nyusss.., bukan karena enak tapi perutku kaget tiba-tiba diisi rujak…

Yogyakarta, 24 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: