Dan Di Antara Tanda-tanda (Kebesaran)-Nya

Seperti pagi hari-hari Minggu sebelumnya, hari Minggu ini pun mestinya saya segera pergi mengaji ke pondok pesantren di sebelah rumah saya. Entah kenapa hari ini saya merasa agak malas berangkat. Menghatamkan geliat-geliat pagi di atas peraduan usai waktu Subuh rasanya enak sekali. Saya pikir Minggu pagi ini libur (pikiran yang sama dirasakan ketika seorang pelajar berharap gurunya absen). Sampai kemudian seorang teman mengaji mengirim pesan pendek singkat (SMS singkat, maksudnya) : “Monggo ngaos, pak… (mari mengaji, pak)”.

Sambil malas-malasan saya bangkit dari tempat tidur dan mengambil air wudhu. Kemudian mengenakan sarung, baju koko, kupluk (peci) hitam, mengambil buku Al-Qur’an dan siap berangkat. Mendadak perut berasa mulas. Tak tertahankan ingin kembali ke jumbleng (peturasan). Secepat kilat sarung, baju, peci, saya lepas dan lempar begitu saja. Bergegas ke kamar mandi. Leganya…! Lalu berwudhu lagi dan kembali siap mengenakan kostum mengaji. Tiba-tiba saya merasa status wudhu saya batal (enggak usah tanya kenapa..?). Akhirnya balik lagi masuk kamar mandi mengulang mengambil air wudhu. Agak kesal sebenarnya, mesti bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk mengulang mengambil air wudhu. Setidak-tidaknya sudah tiga kali pengulangan. Sampai akhirnya saya benar-benar berangkat mengaji.

***

Tentu saja saya datang terlambat. Teman-teman mengaji yang hanya beberapa orang itu sudah mulai dengan tadarus membaca Al-Qur’an. Saya masih ingat kalau Minggu pagi ini sampai pada surat Ar-Rum. Saya langsung bergabung, membuka Qur’an dan bermaksud menyambung membacanya.

Teman di sebelahku dengan cepat membisiki : “Sekarang ayat 20, pak”. Maka saya pun langsung bergabung membaca surat Ar-Rum. Awal ayat 20 itu berbunyi : “Wa-min aayaatihii…”, hingga akhir ayat. Menginjak ayat 21, juga berawal dengan bacaan yang sama. Menyambung ayat 22 dan seterusnya hingga ayat 25, ternyata berawal dengan lafal yang sama. Sempat terpikir sebenarnya, dan dalam hati saya bertanya : “Apa sih maksudnya ayat-ayat ini kok semua diawali dengan lafal yang sama….”. Dan kenapa saya baru bergabung membacanya mulai dari ayat-ayat yang bacaan awalnya sama?

Sebuah kebetulan? Mungkin iya. Selesai membaca surat Ar-Rum, baru kemudian saya sempatkan membaca terjemahannya. Dan, terjemahan penggal kalimat yang sama itu adalah : “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya…..”. Diam-diam saya tiba-tiba merasa agak merinding.

Sekilas saya mencoba mengingat beberapa kejadian sejak sebelum berangkat mengaji. Sudah berwudhu, lalu sakit perut, lalu batal wudhu, hingga keberangkatan mengajiku tertunda sampai setelah tiga kali berwudhu. Kemudian ketika bergabung mengaji ternyata saya memulainya dengan ayat yang bacaan awalnya sama dari ayat 20 sampai 25.

“Ah, hanya kebetulan belaka”, pikirku. Tapi berhubung saya ini penganut paham bahwa di dunia ini tidak ada hal yang kebetulan, maka perasaan merinding dan takut dalam diri sendiri itulah yang kemudian saya rasakan.

Saya kemudian berprasangka (sepertinya oplosan antara prasangka buruk dan baik sekaligus) kepada Allah. Jangan-jangan saya sedang diingatkan oleh Tuhan. Jangan-jangan selama ini saya kurang memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Nya dengan hati dan pikiran dalam porsi yang semestinya…

Ketika kemudian seorang teman mengaji bertanya : “Sudah ada persiapan memasuki Ramadhan, pak?”. Saya terhenyak. Perasaanku menjadi gelisah. Saya tidak siap, atau lebih tepat kurang pede, untuk menjawabnya. Sebab saya merasa ada yang salah, atau setidak-tidaknya ada yang kurang, dalam memberi “apresiasi” sebagaimana seharusnya, bahkan untuk sekedar “wajar tanpa syarat”, terhadap tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Terlebih menyongsong tibanya bulan suci Ramadhan yang tingal sepenggalah jaraknya lagi. Itu pun masih berstatus “Insya Allah”…

(Diam-diam saya berdoa dengan sepenuh penghambaan : “Ya Allah, beri aku kesempatan, tolong pertemukan kembali aku dengan Ramadhan”).

Yogyakarta, 25 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: