Archive for Juli 24th, 2010

Doa Dan Keyakinan

24 Juli 2010

Doa sepertinya tak pernah usai dipanjatkan
dzikir tak jeda diwiridkan
ayat-ayat pun tak henti diagungkan
sampailah pada satu keyakinan
bahwa, tiada yang mudah kecuali yang Engkau mudahkan… (laa sahla illa maa ja’altahu sahlan).

Tapi hati harus tetap tulus
pikiran harus tetap segar
agar tidak kehilangan nalar
agar tetap berada di lajur yang benar

(Ke Taman Budaya Jogja malam tadi menjadi selingan, menikmati alunan musik gamelan…)

Yogyakarta, 19 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Trancam Bu Mayar Cawas

24 Juli 2010

Kali ini makan siang dengan menu ndeso ke warung Bu Mayar Cawas, cabang Jl. By Pass, Klaten. Menu unggulannya trancam (bukan terancam) + ayam goreng. Trancam: sejenis urap, semua bahannya mentah, mentimun, kemangi, kenikir, wortel, kacang panjang, selada, tauge, diurap dengan sambal parutan kelapa. Ayam gorengnya begitu renyah dan daun pepaya dibumbu santan seperti gudeg. Wusss…sepertinya belum mulai makan, tapi tahu-tahu semua bablasss...!

Klaten, 19 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Yogyakarta Gamelan Festival 2010

24 Juli 2010

‎”15th Yogyakarta Gamelan Festival” mengusung tema ‘Gamelan Anytime 2010’, Minggu malam, Taman Budaya, Jogja. Konser hari terakhir ini dipuncaki pagelaran Kyai Kanjeng, selain peserta dari luar negri. Sukses sebagai festival dan apresiasi instrumen musik tradisional. Namun masih kurang menyentuh sebagai “spirit of civilization”. Yang surprise,… ternyata dipadati orang-orang muda. Semoga benar karena apresiasi terhadap gamelannya dan bukan terhadap ramai-ramai festivalnya.

Yogyakarta, 18 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Menjaga “Spirit” Gamelan

24 Juli 2010

Ketika pertama kali menggagas Yogyakarta Gamelan Festival tahun 1994, alm. Sapto Rahardjo (seniman mbeling seangkatan dan semodel dengan Harry Roesli) meyakini bahwa gamelan adalah sebuah “spirit”, bukan semata alat musik tradisional. Festival dan konser gamelan bisa dengan mudah dipagelarkan tiap tahun, tapi menjaga “spirit”-nya ternyata jauh lebih sulit…

Yogyakarta, 18 Juli 2010
Yusuf Iskandar

“Perjalanan” Nostalgia Ke Gudang

24 Juli 2010

Bongkar-bongkar gudang, menyortir tumpukan buku, majalah dan kertas-kertas. Ketemu catatan kuliah yag dulu selalu jadi “referensi” para mahasiswa potokopi hingga turun-temurun angkatan. Ketemu lagi tulisan-tulisan dan artikel-artikel jaman mahasiswa yang di antaranya pernah masuk koran dan dapat honor, juga ikut lomba dan dapat hadiah. Termasuk ketemu surat-surat pribadi, dan…tikus! Ternyata… untuk “perjalanan” nostalgia tidak selalu harus pergi jauh, masuk gudang pun jadi… (kecuali untuk tikusnya).

Yogyakarta, 18 Juli 2010
Yusuf Iskandar

First Aid Dengan Daun Binahong

24 Juli 2010

Ketika membersihkan kompor, ujuk-ujuk mak sreeet.., ujung jempol tersayat bidang tajam, darah pun keluar… Segera lakukan first aid. Buka kotak P3K? Bukan! Melainkan cuci dengan air lalu menuju tanaman binahong di depan rumah, lakukan 3D (dipetik, diremas, ditempel). Dan, darah pun berhenti, tidak sakit, luka langsung kering (kecuali basah oleh getah binahong). Bekasnya biarkan tetap ada, supaya tidak disangka “kenteng magic”…

Yogyakarta, 17 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Soto Kadipiro Cabang Jalan Wonosari

24 Juli 2010

Usai gerakan kebersihan di dapur, dilanjut nyupiri ‘boss’ ke toko. Tiba-tiba ‘boss’ ngajak nyoto. Ya jelas, mau..! Pilihan kali ini ke soto ayam Kadipiro, Jl. Wonosari km 8, Jogja. Nama Kadipiro yang melegenda ini memang mengundang selera, walau taste-nya tak semantap yang di pusatnya, Jl. Wates. Tertulis: “Anak Soto Kadipiro II, Cucu Soto Kadipiro I”. Logika silsilah yang membingungkan. Biarlah, yang penting taste ‘kadipiro’-nya terasa benar

Madurejo – Sleman, 17 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Ayat-ayat Tikus

24 Juli 2010

“Pada hari ini telah kusempurnakan kejengkelanku bagimu, dan aku ridho tikus menjadi musuhku”.

Tiba-tiba tercium aroma tak sedap di dapur. Penyidikan sudah mengarah, tikuslah tersangkanya. Tidak perlu pengakuan dari yang “mirip” tikus. Kompor saya bongkar, dua jasad bersemayam di bawah kompor yang sudah berubah menjadi sarang tikus. Segera kulancarkan gerakan kebersihan total, agar lebih jelas dibedakan mana bau gas bocor dan mana bau busuk tikus mati…

Yogyakarta, 17 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Kabel Jaringan Digerogoti Tikus

24 Juli 2010

Komputer kasir mendadak ngaco, data tidak ter-update. Wah, bisa runyam ini. Lacak-dilacak hingga ke wuwungan (ruang bawah atap), ternyata ada kabel yang digerogoti tikus. Terpaksa narik-narik kabel jaringan yang cukup panjang dan diganti baru. Perlu pengaman ekstra agar tidak lagi mudah di-plekotho (diperdaya) tikus. Lebih baik rada repot sekarang daripada nanti pas ramai-ramainya menjelang lebaran ada trouble transaksi tiba-tiba… Bisa mati berdiri…!

Madurejo – Sleman, 17 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Dasar Tikus Busuk

24 Juli 2010

Tiba-tiba saja di dalam rumah tercium bau gas elpiji, padahal tidak ada aktifitas bongkar-pasang regulator, apalagi penyuntikan gas. Pasti ada yang bocor pada selangnya. Ketika tempat tabung gas dibuka, lhadalah…seekor tikus kecil yang nampaknya masih kanak-kanak sedang duduk manis di sambungan regulator, lalu kabur. “Awas kau..!”. Dasar tikus busuk! Tidak perduli punya rekening apa tidak, kalau tidak nyuri ya nggerogoti, kalau tidak ya mbocori

Yogyakarta, 16 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Bebek Goreng “Sendang Raos”

24 Juli 2010

Ujuk-ujuk diajak teman untuk ketemuan lalu disambung makan malam ke “Sendang Raos”, Ring Road Utara, Jogja. Menunya bebek goreng, sambal bangjo (cabe oplosan merah dan hijau, puedass…) dan ca kangkung. Rumah makan bernuansa Sunda ini ternyata milik orang Magelang. Belum genap dua bulan beroperasi. Raos-nya… standar lah. Karena kategori yang saya kenal hanya dua, yaitu: enak dan enak banget, maka ini bolehlah masuk kategori standar yang pertama…

Yogyakarta, 15 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Lebih Cocok Hidup Di Got

24 Juli 2010

Setelah boss-nya tikus yang gendut berhasil kabur dari dapur beberapa hari yll. meninggalkan jidatku yang berdarah membentur kran air, esoknya satu anak buahnya yang belum gendut meninggal dunia karena kuracun. Sedang satu lagi anak buahnya kutemui lemah lunglai, tidak tega aku mengeksekusi mati. Akhirnya kulepaskan ke lubang got, teriring ucapan: “Walau kau tak punya rekening, tapi tikus busuk macam kau lebih cocok hidup di got daripada di rumah …” .

Yogyakarta, 15 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Kabel Data Ori

24 Juli 2010

Di sebuah toko asesori komputer, kutanyakan kabel data yang kualitas baik.

“Yang asli, berapa per meter?”.
Si pegawai terlihat bingung: “Yang asli itu yang gimana ya pak? Adanya yang standar sama ori”.
Ganti aku yang bingung… “Yo wis, kalau gitu yang ori boleh deh…”, kataku kemudian.

Tak pikir-pikir.., aku yang ndeso salah tanya, atau pegawai itu yang khilaf bahwa antara ‘ori’ (original) dan ‘asli’ itu hanya soal lain di mulut, tapi tidak lain di hati…

Madurejo – Sleman, 15 Juli 2010
Yusuf Iskandar