Ibu Guru Yang Kecopetan Dan Niat Sedekah

Lagi enak-enak ML di masjid (Melamun & Leyeh-leyeh), datang seorang ibu guru muda naik motor mau sholat dhuhur, terlihat bingung, tanya kantor polisi terdekat. Rupanya baru kecopetan dalam perjalanan dari Sragen ke Gombong (rada nekat, 6 jam perjalanan sendiri naik motor). KTP/SIM/HP/uang, hilang. Mau beli bensin tidak bisa. Mampir ke rumah temannya tidak ketemu. Kunasehati: “Ikhlaskan yang hilang, doakan yang nyuri, dan ‘ini’ sekedar untuk beli bensin..”.

***

Sesaat setelah saya nulis ‘cersta’ tentang ibu guru muda yang kecopetan, seorang rekan kirim SMS: “Mas, aku nunut nyumbang 250 ribu, nanti saya transfer…”. “Waduh, orangnya sudah pergi”, jawabku.

Rupanya rekan saya pantang menyerah, saudaranya disuruh nyusul ke Polsek. Kuberikan ciri-ciri orang dan motornya. Ternyata tidak berhasil menemuinya. Saya yakin ibu muda tadi bukan model orang tipu-tipu. Dan…, terbukti merealisasi niat ibadah itu tidak selalu mudah.

(Note : “Cersta” = cerita status, di Facebook)

Madurejo – Sleman, 26 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: