“Kegeden Tekat”

Belum sembuh benar dari tekapar sakit di rumah beberapa hari, tahu-tahu anak lanang sudah di dalam kereta ekonomi menuju Jakarta, mau ikut kompetisi free style. Tinggal ibunya dheleg-dheleg wal-gedheg-gedheg (terdiam sambil geleng-geleng). “Kegeden tekate (kelewat besar tekatnya)”, katanya. Cepat-cepat saja kubilang ke ibunya: “Padahal dulu bapaknya nggak gitu, lho…”. “Yo, lebih parah…”, jawabnya.

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: