Archive for Juli 2nd, 2010

Tempe Goreng Dan Sambal Tomat

2 Juli 2010

Beginilah akibatnya ketika ‘boss’ saya kurang kerjaan, pagi-pagi sekali sudah nggoreng tempe + terong dan nyambal terasi-tomat goreng. Dari aromanya aku nggak sabar, dari cocolan tempe ke sambalnya aku nggak tahan… Ya jelas, mandi jadi urusan nomor dua. “Madhang dulu…” (madhang : bahasa Jawa ndeso yang artinya ‘makan’). Bukan salah bunda menggoreng dan menyambal…

Yogyakarta, 26 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Permen Davos

2 Juli 2010

img_0146_davos1Lama menghilang dari tokoku, kini muncul lagi, permen DAVOS… Aha! Ini permen nostalgia, jadul, pedas, ndeso, murah, yang sejak jaman kumpeni sampai sekarang bentuk, ukuran, warna dan rasanya, tetap saja begitu. Termasuk teknik promosinya, yaitu tidak pernah dipromosikan (bukankah “tidak pernah” itu juga sebuah teknik?). Harga Rp 900,- isi 10 biji, dijamin megap-megap kepedasan, bebas ngantuk, pengganti rokok (bagi yang memang tidak merokok tentu saja…)

(Silakan lihat file lama : Davos, Permen Jadul Yang Tetap Gaul)

Yogyakarta, 25 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Tendangan Pisang

2 Juli 2010

Sambil ndlosor di karpet di depan televisi, bak komentator aku berkata (padahal nggak ada komentator yang sambil ndlosor): “Sejak Piala Dunia dimulai, belum pernah terlihat ada yang sukses melakukan tendangan pisang”.

Lha sampeyan nonton terus, apa?”, tanya istriku.
Yo ora (ya enggak)”, jawabku.
“Ooo.. mbok menawane pisange ijih diembu (barangkali pisangnya masih diperam)”, katanya sambil cuek…

Yogyakarta, 24 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Lodeh Wayu

2 Juli 2010

Menu hari ini: lodeh wayuSumprit, hoenak wal-nikmat tenan! Lodeh wayu adalah sayur lodeh yang dimasak kemarin dan sengaja dimakan hari ini tapi tidak basi. Komposisinya bebas, ada kacang panjang, terong, sawi putih, tahu, petai, cabe hijau besar, dll. Apalagi kalau ditambah thethelan (tulang/daging sapi) dan sambal terasi mentah. Nasinya hangat munjung, kuahnya mbludak... Hwaaaa….

Yogyakarta, 24 Juni 2010
Yusuf Iskandar

“Terima Kasih Ariel…”

2 Juli 2010

“Terima kasih Ariel…”. Soal apa yang kau lakukan itu sepenuhnya tanggung jawabmu. Tapi keteledoranmu telah membelalakkan mata anak SD sampai Presiden, hingga masyarakat Indonesia nyaris “sakit mata” berjama’ah, bahwa potret daripada bangsa daripada Indonesia ini ternyata tak seindah warna aslinya, bak sebuah gunung es.

Saya jadi ingat insiden empat tahun yll, melibatkan “mirip” artis Maria Eva & “mirip” anggota Dewan yang ternyata perlakuan dan reaksi masyarakat berbeda. Sekedar bernostalgia…

(Silakan lihat file lama  dalam tulisan : Antara Ariel Dan Maria Eva)

Yogyakarta, 24 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Sakit Gigi Dan Minyak Cengkeh

2 Juli 2010

Anda penganut paham “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”? Coba dipertimbangkan lagi… Beberapa waktu yll. ibunya anak-anak sakit gigi. Weleh, weleh…! Boro-boro ikut kontes “mirip”, mau mendekati saja mesti berjingkat-jingkat seperti Jerry melenakan Tom. Untung saya pernah punya pengalaman sakit gigi (pengalaman yang sebaiknya jangan mimpi untuk dialami), yaitu gunakan minyak cengkeh untuk mengurangi rasa sakit…

(Silakan lihat file lama : Lebih Baik Jangan Sakit Gigi)

Yogyakarta, 23 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Mencari Gol

2 Juli 2010

Piala Dunia – Final Group C : Bingung memilih mana lebih menarik antara Inggris – Slovenia atau Amerika – Aljazair, bahkan seandainya lawannya diganti pun tetap saja saya bingung. Maka berlaku peribahasa, dimana ada gol disitu remote dipencet… Itu pun hanya sebentar, setelah itu, mencari gol lagi… Walau harus berpindah-pindah dari Global TV ke RCTI b.b. (bolak-balik).

Yogyakarta, 23 Juni 2010
Yusuf Iskandar

“Kegeden Tekat”

2 Juli 2010

Belum sembuh benar dari tekapar sakit di rumah beberapa hari, tahu-tahu anak lanang sudah di dalam kereta ekonomi menuju Jakarta, mau ikut kompetisi free style. Tinggal ibunya dheleg-dheleg wal-gedheg-gedheg (terdiam sambil geleng-geleng). “Kegeden tekate (kelewat besar tekatnya)”, katanya. Cepat-cepat saja kubilang ke ibunya: “Padahal dulu bapaknya nggak gitu, lho…”. “Yo, lebih parah…”, jawabnya.

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Ketika Terbobo Siang

2 Juli 2010

Terbobo siang (jelas tidak sengaja bobo) di kursi kayu, berbantal sandaran kursi kayu, terbangun oleh dering HP (juga tidak sengaja bangun, dan memang ya nggak ada bangun tidur kok sengaja…). Sambil leher belakang terasa patah-patah, terdengar suara di seberang sana: “Segera kasih konfirmasi, ini proyek 1-2 tahun!”. Sik, sik, sik.., konfirmasinya gampang, tapi deal-nya ittuuu...

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Menu “Baru” Soto-Bakso

2 Juli 2010

Warung tetanggaku di Madurejo menawarkan menu ‘soto-bakso’. Bakso saya tahu, soto apalagi… Lha ini ada menu “baru”. Ee, rupanya soto biasa dicemplungin glundungan bakso. Tiwas kusangka ada inovasi racikan. Inilah rupanya inovasi marketing cara ndeso. Kecil harapan ada seorang pembeli pesan dua mangkuk, soto dan bakso. Tapi semangkok ‘soto-bakso’ dengan harga lebih mahal, kenapa tidak? Istilah retailnya: baksonya di-banded ke soto.

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Antara Sholat Dan Bal-balan

2 Juli 2010

Sama-sama berniat bangun dari tidur di 2/3 malam, yang satu untuk nonton bal-balan (Piala Dunia), yang satunya untuk tahajud. Yang pertama ‘mak jenggirat’ (spontan meloncat) penuh semangat, tapi yang kedua betapa beraaat… mengangkat pantat (baru pantat, belum yang lain). Ampyun…ampyuun… Maka berkumandanglah seruan: “ash-sholatu khoirum-minal bal-balan… (sholat itu lebih baik daripada bal-balan).

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar