Archive for Juni, 2010

ML Lagi…

14 Juni 2010

Wooo… Malam Jum’at Kliwon… ML (mati lampu). “PLN, you’re really not a play blass... (Sampeyan ki gak main blass)!”. Lagi cari-cari referensi di internet belum sempat dikopi-paste malah dimatikan aliran listriknya. Benar-benar nggak mutu…, ya mutu ding, tapi rendah… [Re: http://www.berbunyi-bunyi.com]

Yogyakarta, 10 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Di Stasiun

11 Juni 2010

Di stasiun
aku dengar lagu kesayanganku…

Begitu nyanyian alm. Farid Harja (versiku sore ini). Dan lagu yang kudengar itu adalah “Yogyakarta” oleh KLA Project di layar monitor stasiun.

Entah kenapa akhir-akhir ini saya suka dapat misi khusus menyelamati jalan, eh menyelamat-jalani orang-orang yang pergi naik sepur dari stasiun Tugu, Jogja. Meski harus nunggu lama, tapi selalu ada harapan ‘masih ada kereta yang akan lewat’, seolah berkata: “never give up…”

Yogyakarta, 10 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Kurang Asin

11 Juni 2010

Pagi tadi ‘boss’ saya masak tumis kangkung + telur sayur untuk sarapan. Tidak sabar dengan aromanya, saya menyantapnya duluan. Selesai sarapan lalu saya tanya ‘boss’: “Tadi sempat mencicipi tumisnya?”.

Jawabnya: “Belum, memang kenapa?”.
Lalu jawabku: “Yaaa…, sebagai suami yang baik dan tidak sombong, saya harus mengatakan… uenak tenaaan!”.
Sesaat kemudian giliran ‘boss’ saya mencicipi, lalu katanya: “Ho-oh, kurang asin yo.…”

Yogyakarta, 8 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Rapat Kampung

11 Juni 2010

Lha rak tenan… (sudah kuduga)!. Sebenarnya habis Isya tadi saya rada malas mau hadir di rapat panitia rehab mushola di kampungku, karena sudah kebayang akan bertele-tele. ‘Jogja bangeth as usual’. Topik yang mestinya sejam selesai, nyaris jadi tiga jam. Kalau saja sebelumnya masing-masing panitia lebih well prepared…. Untung ada konsumsinya. Uugh…! Perjalanan ibadahku malam ini minal-baiti ilal-musholla (dari rumah ke mushola) jadi berkurang ikhlasnya…

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Di Alun-alun Kidul

11 Juni 2010

Malam Jum’at di Alun-alun Kidul Jogja, menjelang tengah malam, orang-orang menutup matanya berjalan dari utara menembus celah antara dua pohon beringin (masangin). Itu dulu, 20-30 tahun yll. Kini ritual berbau sakral itu berubah menjadi komersial. Dengan menyewa penutup mata Rp 3 ribu, orang bebas melakukannya kapan saja. Mau berjalan ke celah dua beringin atau sekalian memanjatnya, tidak penting. Tapi di jaman Orba dulu ada yang marah kalau dibilang “jangan berlindung di bawah beringin”.

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Ide Cerita Status

11 Juni 2010

“Mas, sepertinya sampeyan ini nggak pernah kehabisan ide, ada saja cerita status (cersta) yang dapat ditulis…”, begitu kira-kira kata seorang teman.

Jawabku: “Itu karena ide adalah makanan utamaku. Jadi ya harus selalu diusahakan untuk disediakan”. Tapi lalu buru-buru kutambahkan: “Sedangkan nasi, lauk, sayur, dkk-nya itu makanan pembukanya. Jadi ya harus disediakan lebih dulu…”

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar

I Just Want To Talk About It

11 Juni 2010

Lebih 30 tahun yll aku pernah punya group band. Lebih 25 tahun yll juga pernah punya group vokal. Lalu libur panjang, keterampilan musik dan vokal pun tak lagi terasah. Namun tak ayal tobat tenan… ketika malam ini di-‘fait a compli‘ untuk nyanyi…

Dan, meluncurlah lagu favorit bertema ‘ala to my heart…’ versi dewa mabok kebanyakan minuman oplosan dalam ember bekas cucian, alias “I don’t want to talk about it”, remix edition…

Yogyakarta, 6 Juni 2010
Yusuf Iskandar

***

Syair lagu “I Don’t Want to Talk About It” oleh Rod Stewards :

I can tell by your eyes that you’ve probably been crying forever,
and the stars in the sky don’t mean nothing to you, they’re a mirror.
I don’t want to talk about it, how you broke my heart.
If I stay here just a little bit longer,
If I stay here, won’t you listen to my heart, oh my heart?

If I stand all alone, will the shadow hide the colors of my heart;
blue for the tears, black for the night’s fears.
The star in the sky don’t mean nothing to you, they’re a mirror.
I don’t want to talk about it, how you broke my heart.
If I stay here just a little bit longer,
If I stay here, won’t you listen to my heart, oh my heart?
my heart, oh my heart, this old heart.

I don’t want to talk about it, how you broke my heart
If I stay here just a little bit longer,
If I stay here, won’t you listen to my heart, oh my heart?
My heart, oh my heart.

Malam Di Stasiun Tugu

11 Juni 2010

Suasana malam di stasiun Tugu, Jogja, membawa kenangan ke jaman “sekolah nggak rampung-rampung” lebih 25 tahun yll. Belajar di kost-kostan kok nggak masuk-masuk, pindah ke stasiun ternyata lebih cepat masuk… camilannya, maksudnya. Namanya juga di stasiun! Setumpuk buku beralih fungsi jadi bantal untuk tidur, berharap ujian esok dapat wangsit.

Maka ketika menyelamati jalan, eh menyelamat-jalani seseorang di stasiun, terusik kenangan tak terlupakan, dulu, kini dan yang akan datang..

Yogyakarta, 6 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Sunday Kerokan

11 Juni 2010

Ujuk-ujuk ada rasa nggak enak di punggung kanan atas, ada satu titik yang kalau ditekan terasa nyeri. Ini memang bukan yang pertama kali. Menuruuut…. analisis saya, ini sejenis masuk angin atau angin duduk (duduk kok ya milih di punggung). Selama ini terapinya gampang, diurut pakai minyak lawang. Tapi Minggu siang ini sengaja aku ingin yang spesial dari sentuhan tangan lembut ‘boss’ saya, judulnya… “Sunday Kerokan”!

Yogyakarta, 6 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Pak Tua Penjual Kerupuk

11 Juni 2010

Tiba-tiba pak tua itu melongokkan kepalanya di pagar rumahku, dengan suara lemahnya berteriak: “Kerupuk..! Kerupuk..!”. Kuberikan wadah plastik agar diisi penuh. “Tiga ribu, pak”, katanya kemudian. Kuhitung isinya 15 biji, berarti @ Rp 200,-. Penasaran, kutanya berapa kulakannya, dijawab Rp 150,-/biji.

Pikiranku tiba-tiba nglangut…, tiap hari bapak tua itu mendorong gerobaknya demi Rp 50,-/kerupuk. Lha kok bisa-bisanya kemarin-kemarin saya beli kerupuk minta bonus…

Yogyakarta, 6 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Kopi Bali Supremo

11 Juni 2010

Sore ini nge-test oleh-oleh kopi ‘Bali Supremo’. Sebuah mug kecil diisi 2 sendok teh kopi (maksudnya, ngambil kopi dengan sendok teh) + 3 sendok teh gula (maksudnya, ngambil gula dengan sendok teh), semuanya munjung. Seduh dengan air mendidih.

Hasilnya…hmmm, sensasi ‘theng‘-nya full enggak setengah-setengah… Terasa benar butiran kopi robusta dengan kadar kafein tingginya. Sumprit, manstaff sungguh…!

Yogyakarta, 5 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Cengek Muda

11 Juni 2010

‘Boss’ saya pulang dari toko bawa oleh-oleh tahu isi dan tempe goreng. Sampai rumah langsung dilahap dengan cengek ceplas-ceplus. Terlihat nikmat sekali.

“Pedas kah, tidak?”, tanyaku.
“Tidak lah, masih muda ini…”, jawabnya.
“Ya, yang masih muda memang lebih nikmat daripada yang sudah tua”, kataku.
“Hmmm, karepe (maunya)…”, katanya sambil mencibir.
Lha iya, karepku (mauku) ya besok-besok kalau beli cengek yang muda-muda saja, nggak sepedas yang tua-tua…!”

Yogyakarta, 5 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Sop Gurami ‘Mang Engking’ Jogja

11 Juni 2010

“Mang Engking, I’m coming, deui…”, kataku dalam hati ketika seorang teman lama mengajak makan malam ke Resto Mang Engking di Soragan, Jl Godean, Jogja. Udang galah adalah menu unggulannya, tapi gurami bakarnya juga mak nyusss. Dan yang lebih menggairahkan lagi, menu pembuka sop gurami… Wauw, kuahnya sedap sekalee…, sambil nithili (makan sedikit demi sedikit) kepala gurami, sebelum menyantap udang bakar asam manis.

Yogyakarta, 5 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Kunjungan Nostalgia ke ‘Warung Senja’

11 Juni 2010

(1)

Sajian teh jahenya masih seperti dulu: teh + jahe dalam cangkir alumunium kecil, kuno, jelek. Gula batu dalam gelas, saringan, sendok kecil + sepoci air panas untuk jok (nambah). Gulenya juga masih seperti dulu, gule ndeso – Sebuah kunjungan nostalgia ke ‘Warung Senja’ di kawasan Taman – Patehan, Jogja.

Lebih 25 tahun yll (aku kost dekat situ), warung kecil itu menjadi tongkrongan orang-orang yang kalau malam “nggak punya kerjaan”…

(2)

Tampilan warungnya memang berubah menjadi lebih luas. Tapi sederhananya masih tetap, ya begitu-begitu saja… Agak remang, menjadi ajang diskusi cengengesan segala macam urusan. Pemilik-pengelola ‘Warung Senja’ itu dijuluki Muji Kandel (‘kandel’ berarti tebal, karena Kang Muji ini memiliki bibir tebal).

Sayang tadi malam aku tidak bertemu Kang Muji karena sedang pergi. Usianya sudah sekitar 65an tahun. Tapi aku suka dengan semangat wirausahanya, meski dari dulu ya begitu-begitu saja…

Yogyakarta, 4 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Menulis Cerita Status

11 Juni 2010

Sejak menulis status di FB menjadi kebiasaan, saya jadi malas membuat tulisan-tulisan rada panjang. Sepertinya ‘cersta’ (cerita status) alias snapshot fragmen-fragmen pendek via FB menjadi lebih mudah dan praktis ditulis (meski panjangnya terbatas, sehingga sering saya gunakan singkatan-singkatan). Tapi sebenarnya masih tersimpan obsesi, jika diperlukan, status-status saya di FB dapat saya ubah menjadi tulisan lebih panjang agar ‘greget’ dan nuansa emosionalnya lebih terasa…

(Note : FB = Media jejaring sosial Facebook)

Yogyakarta, 4 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Resto ‘Bukit Indah’ Jogja

11 Juni 2010

Menyaksikan kota Jogja dari ketinggian, apalagi saat malam, indah sekali… Maka pergilah ke Resto ‘Bukit Indah’ di kawasan bukit Patuk, sekitar 3 km naik dari Piyungan arah Wonosari. Menunya cukup komplit, lumayan enak dan suasananya ittuuu

Baru usai direnovasi. Seorang pegawainya promosi: “Mumpung masih harga perkenalan pak, cocok untuk meeting“. Lha meeting karo soppo..? Atau sekedar saling bercengkerama (kata dasarnya bukan ‘cengkeram’ lho…)

Yogyakarta, 3 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Soto Daging ‘Podho Roso’ Madurejo

11 Juni 2010

Nyopiri ‘boss’ ke tokonya di Madurejo, Sleman, Jogja. Mampir ke warung soto dan bakso tetangga toko. Warung pak Giman ini sekarang sudah punya nama, ‘Podho Roso’. Biasanya kalau siang sotonya sudah habis, tinggal baksonya. Tapi tadi masih banyak, ya langsung kupesan. Namanya juga soto ndeso komboran. Ya gettho deh… Tapi soto daging pak Giman ini lumayan enak, murah, dagingnya banyak, cocok untuk sopir-sopir yang budget-nya pas-pasan…

Yogyakarta, 3 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Asal Ke Jogja

11 Juni 2010

Sengaja aku datang ke kotamu
lama kita tidak bertemu
ingin diriku mengulang kembali
berjalan2 bagai tahun lalu

Begitu seorang teman lama yang kini kerja di perusahaan minyak, tinggal di Jakarta, menyanyikan lagu jadul “Sepanjang Jalan Kenangan”, di Banaran Cafe Jogja. Tiap kali ada program kursus dari perusahaan, dia memilih yang ke Jogja…. Pokoknya Jogja, tidak peduli kursus apapun, bahkan kalau itu menjahit atau bikin kue… Asal ke Jogja!

Yogyakarta, 3 Juni 2010
Yusuf Iskandar

***

Syair lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” karya A. Riyanto :

Sengaja aku datang ke kotamu
Lama kita tidak bertemu
Ingin diriku mengulang kembali
Berjalan-jalan bagai tahun lalu

Sepanjang jalan kenangan
Kita selalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan
Kupeluk dirimu mesra
Hujan yg rintik-rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya
Malam syahdu

Tidak Semanis Parasnya

11 Juni 2010

Wajahnya manis, berkerudung putih, berseragam putih abu-abu. Naik motor mengikuti mobil yang kukendarai. Namun yang dilakukannya benar-benar tidak semanis parasnya… Melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam, tangan kanan pegang setang, tangan kiri pegang HP, senyum-senyum sendiri, tidak pakai helm! Kalau misalnya ditegur pak polisi kenapa tidak pakai helm, pasti jawabnya: “Kalau pakai helm susah terima tilpun pak…”. Mungkin baiknya pakai helm penerbang, ada tilpunnya…

Yogyakarta, 2 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Soto Sapi ‘Tarunojoyo’ Prambanan

11 Juni 2010

Siang hari mau beli tripleks, cat, paku, dll. di selatan pasar Prambanan, Jogja. Lha kok di dekat situ ada warung soto, ya jelas mampir nyoto dulu… Judul warungnya Soto Sapi ‘Tarunojoyo’ (bukan Trunojoyo). Kalau sudah urusan nyoto, coba dulu, enak nggak enak urusan nanti. Lagian, tahunya nggak enak itu setelah dicoba. Tapi lumayan kok, walau taste-nya standar. Sebab filosofinya ‘kan ‘urip iku mung sak dermo nunut nyoto…’

Yogyakarta, 2 Juni 2010
Yusuf Iskandar