Menulis Dongeng Tambang

Ketiduran usai “mirip” ibadah kebaktian fajar, terbangun oleh dering tilpun dari seberang samudera.
Intinya: “Mas, bisa bantu nulis tentang dongeng tambang tapi dengan gaya populer agar mudah dipahami orang awam?”.
Spontan jawabku: “Insya Allah, siap!”.

Untuk urusan dongeng-mendongeng, apalagi temanya sesuai dengan bidang yang pernah saya tekuni selama 19 semester, membuat adrenalinku melonjak seperti ketika mendaki gunung…

Yogyakarta, 15 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: