Enthok Bu Gendut

Mampir makan siang ke warungnya Bu Ndut, kantin lantai bawah sebuah gedung di Warung Buncit, Jakarta. Mau makan sayur lodeh malah ditawari enthok (itik manila) goreng yang ukuran potongannya seiring-sebangun dengan postur yang jualnya, Bu Gendut. Sayang cara masaknya kurang pas, masih agak keras, tapi aromanya lebih lembut tidak amis seperti daging bebek. Lalapan daun kemangi dan poh-pohan, dan sambalnya benar-benar joss…, ngangenin…

Yogyakarta, 16 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Catatan:
Daun poh-pohan rasanya seperti mint. Orang Sunda bilang daun keresmen.

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: