Kunjungan Nostalgia ke ‘Warung Senja’

(1)

Sajian teh jahenya masih seperti dulu: teh + jahe dalam cangkir alumunium kecil, kuno, jelek. Gula batu dalam gelas, saringan, sendok kecil + sepoci air panas untuk jok (nambah). Gulenya juga masih seperti dulu, gule ndeso – Sebuah kunjungan nostalgia ke ‘Warung Senja’ di kawasan Taman – Patehan, Jogja.

Lebih 25 tahun yll (aku kost dekat situ), warung kecil itu menjadi tongkrongan orang-orang yang kalau malam “nggak punya kerjaan”…

(2)

Tampilan warungnya memang berubah menjadi lebih luas. Tapi sederhananya masih tetap, ya begitu-begitu saja… Agak remang, menjadi ajang diskusi cengengesan segala macam urusan. Pemilik-pengelola ‘Warung Senja’ itu dijuluki Muji Kandel (‘kandel’ berarti tebal, karena Kang Muji ini memiliki bibir tebal).

Sayang tadi malam aku tidak bertemu Kang Muji karena sedang pergi. Usianya sudah sekitar 65an tahun. Tapi aku suka dengan semangat wirausahanya, meski dari dulu ya begitu-begitu saja…

Yogyakarta, 4 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: