Di Alun-alun Kidul

Malam Jum’at di Alun-alun Kidul Jogja, menjelang tengah malam, orang-orang menutup matanya berjalan dari utara menembus celah antara dua pohon beringin (masangin). Itu dulu, 20-30 tahun yll. Kini ritual berbau sakral itu berubah menjadi komersial. Dengan menyewa penutup mata Rp 3 ribu, orang bebas melakukannya kapan saja. Mau berjalan ke celah dua beringin atau sekalian memanjatnya, tidak penting. Tapi di jaman Orba dulu ada yang marah kalau dibilang “jangan berlindung di bawah beringin”.

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Satu Tanggapan to “Di Alun-alun Kidul”

  1. camera Says:

    wah asik tuh…

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: